Hindari Bentrok di Mediterania, Yunani-Turki Setuju Duduk Satu Meja

Jum'at, 04 September 2020 - 02:17 WIB
Sementara itu Jerman menjadi pemimpin dorongan diplomatik untuk dialog yang lebih luas. Kanselir Jerman Angela Merkel juga telah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui konferensi video.

Erdogan dan Merkel membahas perselisihan tersebut dan presiden Turki mengatakan Yunani, Siprus dan negara-negara yang mendukung mereka mengambil langkah-langkah yang meningkatkan kebuntuan dan ketegangan.

"Presiden kami mengatakan tidak dapat diterima bagi beberapa negara untuk mendukung sikap egois dan tidak adil Yunani," kata sebuah pernyataan dari kantor Erdogan, menambahkan bahwa ia berterima kasih atas upaya Merkel untuk berkontribusi menuju solusi.

Yunani, dengan dukungan dari Uni Eropa, pada gilirannya menuduh Turki melakukan tindakan agresif dan melanggar batas maritimnya.

"Kami telah mencatat keinginan sekretaris jenderal NATO untuk bekerja menyiapkan mekanisme de-eskalasi. Namun, hanya pemindahan segera semua kapal Turki dari landas kontinen Yunani yang akan menyebabkan de-eskalasi," tegas seorang diplomat Yunani.(Baca juga: Prancis Bakal Pasok 18 Jet Tempur Rafale ke Yunani untuk Lawan Turki )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!