Militer Israel Akui Gagal Total Hadapi Operasi Badai al-Aqsa Hamas 7 Oktober
Jum'at, 28 Februari 2025 - 07:48 WIB
"Keyakinannya adalah bahwa Hamas dapat dipengaruhi melalui tekanan yang akan mengurangi motivasinya untuk berperang, terutama dengan meningkatkan kondisi kehidupan di Jalur Gaza," bunyi laporan tersebut, yang dikutip Reuters, Jumat (28/2/2025).
Investigasi tersebut mengamati strategi militer Israel, perilaku pertempuran, dan intelijen sebelum, selama, dan setelah 7 Oktober 2023, ketika kelompok Hamas menyerbu Israel selatan, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Zionis Israel.
Lebih dari 48.000 orang telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak saat itu, menurut pejabat kesehatan Palestina. Sebagian besar daerah kantong itu telah hancur dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk wilayah itu sebelum perang telah mengungsi beberapa kali, kata badan-badan kemanusiaan.
Sekitar 400 tentara Israel juga tewas.
Investigasi militer Israel dilakukan saat seruan dari oposisi Israel dan masyarakat sipil untuk penyelidikan nasional atas kegagalan pemerintah pada hari paling mematikan dalam sejarah Israel modern semakin meningkat.
Investigasi tersebut mengamati strategi militer Israel, perilaku pertempuran, dan intelijen sebelum, selama, dan setelah 7 Oktober 2023, ketika kelompok Hamas menyerbu Israel selatan, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Zionis Israel.
Lebih dari 48.000 orang telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak saat itu, menurut pejabat kesehatan Palestina. Sebagian besar daerah kantong itu telah hancur dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk wilayah itu sebelum perang telah mengungsi beberapa kali, kata badan-badan kemanusiaan.
Sekitar 400 tentara Israel juga tewas.
Investigasi militer Israel dilakukan saat seruan dari oposisi Israel dan masyarakat sipil untuk penyelidikan nasional atas kegagalan pemerintah pada hari paling mematikan dalam sejarah Israel modern semakin meningkat.
Lihat Juga :