Baja Murah China Banjiri Pasar Global, Banyak Negara Mengecam
Sabtu, 22 Februari 2025 - 16:45 WIB
Negara-negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah telah mengalami peningkatan impor terbesar tahun ini, banyak di antaranya juga merupakan mitra dalam “Belt and Road Initiative (BRI)” China.
Menurut BNN Bloomberg, bahkan negara-negara ini sekarang menaikkan hambatan perdagangan sebagai tanggapan. Hal ini menimbulkan masalah bagi pembuat baja China, karena menunjukkan betapa jenuhnya pasar.
Situasi akan menjadi lebih mahal bagi pabrik jika mereka dipaksa untuk mengirimkan produk mereka lebih jauh.
Baja China memiliki sejarah memicu ketegangan perdagangan. Laporan berita terbaru menunjukkan bahwa ekspor baja China yang sedang berkembang pesat mungkin tidak akan bertahan lama.
Baca Juga: DeepSeek China Hadapi Reaksi Keras, Banyak Negara Terapkan Larangan
Menurut data dari Kementerian Perdagangan China, negara-negara pengimpor telah meluncurkan 25 investigasi antidumping sejak 2016. Jika tren sebelumnya terus berlanjut, penjualan diperkirakan akan turun tajam.
Para analis menjelaskan bahwa ekspor sangat penting untuk menjaga pabrik-pabrik China tetap bertahan, karena permintaan domestik tidak mencukupi untuk mempertahankan tingkat produksi satu miliar ton per tahun.
Namun, banjir baja China yang murah menyeret seluruh pasar. Perusahaan-perusahaan pesaing dari Eropa dan Jepang telah menyerukan tindakan yang lebih keras untuk membendung gelombang ini.
Beberapa kekhawatiran telah muncul tentang peran China sebagai pengekspor utama barang palsu di Kenya. Otoritas Anti-Barang Palsu (ACA) telah menunjukkan keterlibatan China dalam barang-barang yang bergerak cepat seperti ponsel, peralatan suara, kabel, pakaian, dan suku cadang mobil.
Menurut BNN Bloomberg, bahkan negara-negara ini sekarang menaikkan hambatan perdagangan sebagai tanggapan. Hal ini menimbulkan masalah bagi pembuat baja China, karena menunjukkan betapa jenuhnya pasar.
Situasi akan menjadi lebih mahal bagi pabrik jika mereka dipaksa untuk mengirimkan produk mereka lebih jauh.
Baja China memiliki sejarah memicu ketegangan perdagangan. Laporan berita terbaru menunjukkan bahwa ekspor baja China yang sedang berkembang pesat mungkin tidak akan bertahan lama.
Baca Juga: DeepSeek China Hadapi Reaksi Keras, Banyak Negara Terapkan Larangan
Menurut data dari Kementerian Perdagangan China, negara-negara pengimpor telah meluncurkan 25 investigasi antidumping sejak 2016. Jika tren sebelumnya terus berlanjut, penjualan diperkirakan akan turun tajam.
Mengapa China Mengekspor Baja Murah?
Para analis menjelaskan bahwa ekspor sangat penting untuk menjaga pabrik-pabrik China tetap bertahan, karena permintaan domestik tidak mencukupi untuk mempertahankan tingkat produksi satu miliar ton per tahun.
Namun, banjir baja China yang murah menyeret seluruh pasar. Perusahaan-perusahaan pesaing dari Eropa dan Jepang telah menyerukan tindakan yang lebih keras untuk membendung gelombang ini.
Reaksi terhadap China: Ponsel, Suku Cadang Mobil, dan Barang Palsu
Beberapa kekhawatiran telah muncul tentang peran China sebagai pengekspor utama barang palsu di Kenya. Otoritas Anti-Barang Palsu (ACA) telah menunjukkan keterlibatan China dalam barang-barang yang bergerak cepat seperti ponsel, peralatan suara, kabel, pakaian, dan suku cadang mobil.
Lihat Juga :