AS Bisa Tarik Massal Pasukannya dari Eropa

Sabtu, 15 Februari 2025 - 12:01 WIB
Pekan ini, pemerintahan Trump telah mengisyaratkan perubahan kebijakan yang signifikan, mendesak negara-negara Eropa memimpin dalam keamanan mereka sendiri dan Kiev.

Kepala Pentagon Pete Hegseth mengatakan pada hari Rabu bahwa AS bermaksud memfokuskan kembali prioritas militernya untuk menghadapi musuh utamanya, China.

Selama kunjungan ke Polandia pada hari Jumat, Hegseth mengakui dia akan senang melihat lebih banyak pasukan AS di negara tersebut tetapi tetap mendesak negara-negara Eropa meningkatkan anggaran pertahanan.

Dia memperingatkan mereka tidak boleh berasumsi pasukan Amerika akan tinggal di sana selamanya.

Menanggapi spekulasi bahwa Washington dapat mengurangi pasukannya, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan pada hari Jumat bahwa Eropa perlu "memberikan kontribusi terbesar untuk pencegahan dan pertahanan konvensional" di benua tersebut.

"Kemarin, di NATO, kami sepakat mengembangkan peta jalan... untuk mengatur pengalihan beban dari AS ke Eropa di tahun-tahun mendatang, dan untuk menghindari pada saat yang sama dengan mengaturnya, bahwa kita mengalami kesenjangan kemampuan yang kritis," ujar dia.

Trump sebelumnya telah memperingatkan di bawah kepemimpinannya, AS tidak akan membela negara-negara NATO yang gagal memenuhi komitmen keuangan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!