Trump: Rakyat Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza usai Diambil Alih AS

Selasa, 11 Februari 2025 - 10:36 WIB
"kami akan membangun komunitas yang indah untuk 1,9 juta orang, yang akan berlokasi sedikit jauh dari tempat mereka berada, tempat semua bahaya ini berada," imbuh Trump.

"Anggap saja ini sebagai pengembangan real estate untuk masa depan. Ini akan menjadi sebidang tanah yang indah, tanpa menghabiskan banyak uang," paparnya.

Pernyataan Trump ini jelas bertentangan dengan klarifikasi para pejabat Gedung Putih sebelumnya, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang menyatakan pemindahan 2 juta warga Palestina dari Gaza ke Yordania dan Mesir hanya sementara.

Sebelumnya, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu pada Selasa pekan lalu di Gedung Putih. Dalam konferensi pers bersama, Trump mengatakan bahwa AS ingin mengambil alih Jalur Gaza.

"AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan bekerja di sana," katanya.

"Kami akan menguasainya dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan semua senjata lain di lokasi itu," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!