6 Penembakan di Sekolah Paling Brutal, Mayoritas di AS
Rabu, 05 Februari 2025 - 22:55 WIB
Aksi penembakan di sekolah Swedia termasuk paling brutal. Foto/X/@LeanneSpurs
WASHINGTON - Aksi penembakan massal di sekolah menjadi peristiwa paling tragis. Umumnya, korbannya adalah anak sekolah.
Penembakan di sekolah justru banyak terjadi negara yang tidak berkonflik atau damai. Itu dikarenakan kepemilikan senjata yang bebas dan tidak terkontrol.
Perdana Menteri Ulf Kristersson menggambarkan serangan hari Selasa di sekolah Risbergska di Orebro, 200 km (124 mil) di sebelah barat ibu kota Stockholm, sebagai "penembakan massal terburuk dalam sejarah Swedia".
Baca Juga: Zionis Kobarkan Perang Saudara di Palestina
Korban: 13
Pada tanggal 20 April 1999, dua siswa menembak mati 12 siswa dan seorang guru serta melukai lebih dari 20 orang lainnya sebelum menembak diri mereka sendiri.
Orang-orang bersenjata itu diidentifikasi sebagai Eric Harris dan Dylan Klebold, yang berusia 18 dan 17 tahun saat itu.
Harris dan Klebold tiba dengan mobil terpisah pagi itu dan mencoba meledakkan bom propana seberat 20 pon di dalam kafetaria sekolah. Ketika bom gagal meledak, pasangan itu memulai aksi penembakan, menurut History.com.
Penembakan di sekolah justru banyak terjadi negara yang tidak berkonflik atau damai. Itu dikarenakan kepemilikan senjata yang bebas dan tidak terkontrol.
6 Penembakan di Sekolah Paling Brutal, Mayoritas di AS
1. Sekolah Risbergska
Polisi mengatakan 10 orang tewas dalam penembakan di sebuah pusat pendidikan di Swedia bagian tengah, termasuk tersangka penembak.Perdana Menteri Ulf Kristersson menggambarkan serangan hari Selasa di sekolah Risbergska di Orebro, 200 km (124 mil) di sebelah barat ibu kota Stockholm, sebagai "penembakan massal terburuk dalam sejarah Swedia".
Baca Juga: Zionis Kobarkan Perang Saudara di Palestina
2. Sekolah Menengah Atas Columbine: Littleton, Colorado
Tahun: 1999Korban: 13
Pada tanggal 20 April 1999, dua siswa menembak mati 12 siswa dan seorang guru serta melukai lebih dari 20 orang lainnya sebelum menembak diri mereka sendiri.
Orang-orang bersenjata itu diidentifikasi sebagai Eric Harris dan Dylan Klebold, yang berusia 18 dan 17 tahun saat itu.
Harris dan Klebold tiba dengan mobil terpisah pagi itu dan mencoba meledakkan bom propana seberat 20 pon di dalam kafetaria sekolah. Ketika bom gagal meledak, pasangan itu memulai aksi penembakan, menurut History.com.
Lihat Juga :