Parlemen AS Dorong RUU untuk Cabut Hak Istimewa Perdagangan China

Rabu, 05 Februari 2025 - 10:06 WIB
Baca Juga: Sah! Trump Teken Tarif Impor Tinggi dari China, Kanada, dan Meksiko

RUU itu juga muncul di tengah upaya AS yang lebih luas di bawah pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden untuk meningkatkan tarif impor China. Langkah ini sejalan dengan tindakan sebelumnya yang diambil untuk meminta pertanggungjawaban China atas apa yang dilihat banyak orang sebagai praktik perdagangan yang berat sebelah dan tantangan terhadap persaingan adil.

Anggota DPR AS John Moolenaar (R-Mich.), pendukung utama RUU tersebut, berpendapat bahwa status PNTR telah merugikan sektor manufaktur AS, mengalihkan pekerjaan ke luar negeri, dan memungkinkan China mengeksploitasi pasar AS.

"Sudah terlalu lama, hubungan dagang normal yang permanen dengan Tiongkok telah merusak basis manufaktur kami, mengalihkan pekerjaan Amerika ke luar negeri, dan memungkinkan CCP mengeksploitasi pasar kami sambil mengkhianati janji persaingan yang adil," kata Moolenaar, merujuk pada Partai Komunis China.

Dia lebih lanjut menekankan bahwa RUU tersebut akan melindungi keamanan nasional AS, meningkatkan ketahanan rantai pasokan, dan membawa kembali pekerjaan ke AS dan sekutunya, imbuh laporan The Hill.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!