Akhir Tragis Salwan Momika: Dulu Tertawa Bakar Al-Quran, Kini Ditembak Mati saat Live TikTok

Jum'at, 31 Januari 2025 - 08:18 WIB
France24 memverifikasi sejumlah video yang memperlihatkan Momika dalam pakaian militer, bergaul dengan anggota milisi lain. Laporan itu menyimpulkan dia adalah orang yang sama yang mendirikan partai politik di Irak—Syria Democratic Union Party (Partai Persatuan Demokrat Suriah)—pada 2014, serta milisi terkait.

Milisi Momika sendiri, yang, seperti banyak lainnya pada saat itu, pada awalnya dibentuk untuk melawan kelompok ekstremis ISIS, tampaknya kemudian dikaitkan dengan berbagai kelompok lain di Irak.

Itu termasuk milisi dengan afiliasi Muslim Syiah yang mendukung, dan didukung oleh, negara tetangga; Iran, serta milisi Kurdi yang mendukung agenda yang lebih ateis dan komunis.

Wartawan Irak menulis bahwa Momika meninggalkan negara itu karena perebutan kekuasaan dengan pemimpin milisi Kristen lainnya.

Momika juga diduga mendukung ulama al-Sadar pada satu tahap, dan kemudian juga setuju dengan protes anti-pemerintah di Irak.

Seorang anggota dewan kota di Irak mengatakan kepada publikasi The New Arab bahwa Momika telah melakukan penipuan di kampung halamannya.

Momika rupanya juga bermasalah dengan pihak berwenang Swedia setelah mengancam teman sekamarnya dengan pisau, menurut surat kabar Swedia; The Expressen, dalam sebuah wawancara dengan Momika pada bulan Juni 2023.

Semua ini membuat France24 menyiratkan bahwa motivasi Momika untuk protesnya dengan membakar Al-Quran layak dipertanyakan.

Laporan sebelumnya dari media itu telah menyuarakan kecurigaan serupa. "[Momika] aktif di banyak situs media sosial, terutama TikTok dan Facebook," tulis France24 dalam laporannya.

"Namun, semua akunnya dibuat setelah dia memiliki status pengungsi di Swedia...Momika telah mem-posting lusinan video online, seringkali dengan nama negara mayoritas Muslim dalam bahasa Arab sebagai tanda pagar. Hal ini membuatnya tampak seperti dia mencoba untuk mendapatkan publisitas sebanyak mungkin untuk pembakaran Al-Quran-nya."

Pada tahun 2023, Swedia menaikkan kewaspadaan terorisme ke level tertinggi kedua dan memperingatkan ancaman terhadap warga Swedia di dalam dan luar negeri setelah rentetan pembakaran Al-Quran, banyak di antaranya dilakukan oleh Momika, yang membuat marah banyak Muslim dan memicu ancaman dari para “jihadis”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!