Trump Bisa Jadikan Arab Saudi Tujuan Lawatan Pertama, Imbalannya Kontrak Dagang Rp8.154 Triliun

Rabu, 22 Januari 2025 - 09:30 WIB
Ketika ditanya ke mana dia berencana melakukan kunjungan luar negeri pertamanya kali ini, Trump menjawab, "Yah, saya tidak tahu. Jika Arab Saudi ingin membeli 450 atau 500 lagi, kami akan menaikkannya untuk semua inflasi. Saya pikir saya mungkin akan pergi ke sana."

Tidak jelas apakah Trump serius dalam pernyataannya. Namun, komentar tersebut menyoroti bagaimana Trump mendekati kebijakan dengan memprioritaskan perdagangan Amerika dan ekonomi AS di atas semua masalah lainnya.

Hubungan AS-Saudi memburuk di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya karena kritik Biden terhadap pembunuhan kolumnis Saudi Jamal Khashoggi.

Meskipun ada upaya oleh pemerintahan Biden untuk memperbaiki hubungan mereka di paruh kedua masa jabatannya, hubungan tersebut tampaknya tidak pernah sepenuhnya menghangat.

Di bawah Trump, Arab Saudi dan AS memiliki hubungan yang jauh lebih bersahabat, dan menantu laki-laki Trump serta mantan penasihat senior, Jared Kushner, memiliki persahabatan pribadi dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Persahabatan itu terjalin saat Khashoggi dibunuh oleh agen Saudi. Karena Khashoggi adalah penduduk AS, pembunuhannya menimbulkan kegemparan di Washington, dengan seruan agar Trump mengutuk pembunuhannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!