Trump Bantah Terkena Stroke Ringan
Rabu, 02 September 2020 - 15:27 WIB
Presiden AS Donald Trump membantah laporan yang menyatakan dirinya terkena serangan stroke ringan. Foto/Yahoo
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyangkal jika dirinya telah mengalami serangkaian serangan stroke ringan. Hal itu seiring munculnya laporan Mike Pence ditempatkan dalam posisi "siaga" untuk mengambil alih kekuasaan kepresidenan untuk sementara jika Donald Trump perlu dibius selama kunjungan rumah sakit mendadak November lalu.
“(Serangan) itu tidak pernah berakhir! Sekarang mereka mencoba untuk mengatakan bahwa presiden favorit Anda, saya, pergi ke pusat kesehatan Walter Reed, setelah menderita serangkaian stroke ringan,” kata Trump di akun Twitternya.
Trump juga menulis: “Tidak pernah terjadi pada kandidat INI - BERITA PALSU. Mungkin mereka mengacu pada kandidat lain dari partai lain!”
Sementara itu dokter Trump, Dr Sean Conley, juga membantah laporan tersebut.
"Presiden belum mengalami atau dievaluasi untuk kecelakaan serebrovaskular (stroke), serangan iskemik transien (stroke kecil) atau keadaan darurat kardiovaskular akut," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (2/9/2020).
Conley mengatakan bahwa pemeriksaan sementara dirahasiakan karena ketidakpastian penjadwalan.
“Meskipun ada beberapa spekulasi, presiden tidak mengalami nyeri dada, dia juga tidak dievaluasi atau dirawat untuk masalah yang mendesak atau akut. Secara khusus, dia tidak menjalani evaluasi jantung atau neurologis khusus," ia menambahkan.
“(Serangan) itu tidak pernah berakhir! Sekarang mereka mencoba untuk mengatakan bahwa presiden favorit Anda, saya, pergi ke pusat kesehatan Walter Reed, setelah menderita serangkaian stroke ringan,” kata Trump di akun Twitternya.
Trump juga menulis: “Tidak pernah terjadi pada kandidat INI - BERITA PALSU. Mungkin mereka mengacu pada kandidat lain dari partai lain!”
Sementara itu dokter Trump, Dr Sean Conley, juga membantah laporan tersebut.
"Presiden belum mengalami atau dievaluasi untuk kecelakaan serebrovaskular (stroke), serangan iskemik transien (stroke kecil) atau keadaan darurat kardiovaskular akut," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (2/9/2020).
Conley mengatakan bahwa pemeriksaan sementara dirahasiakan karena ketidakpastian penjadwalan.
“Meskipun ada beberapa spekulasi, presiden tidak mengalami nyeri dada, dia juga tidak dievaluasi atau dirawat untuk masalah yang mendesak atau akut. Secara khusus, dia tidak menjalani evaluasi jantung atau neurologis khusus," ia menambahkan.
Lihat Juga :