Medvedev: Perang Nuklir Rusia-NATO Nyaris Pecah di Bawah Joe Biden

Senin, 20 Januari 2025 - 07:45 WIB
Bantuan militer, yang disahkan berdasarkan wewenang drawdown presiden, memungkinkan pemindahan amunisi dan peralatan yang dipercepat dari persediaan AS ke Ukraina.

Seorang pejabat senior pertahanan yang awal bulan ini memberi pengarahan kepada wartawan yang bepergian dengan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan tujuannya adalah untuk mengirimkan amunisi tersebut ke Ukraina sebelum akhir bulan, memastikan bahwa Ukraina tetap berada dalam posisi yang kuat saat pemerintahan Amerika sedang bertransisi.

Beberapa hari sebelumnya, pemerintahan Biden mengumumkan paket bantuan senilai USD1,25 miliar, bagian dari upaya yang lebih luas untuk memaksimalkan dukungan militer Ukraina selama masa akhir masa jabatan Biden.

Para pejabat memperkirakan bahwa 80 hingga 90 persen dari peralatan yang dijanjikan telah dikirimkan, menandakan urgensi pemerintahan untuk memperkuat warisan dukungannya bagi Ukraina.

Presiden Joe Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan awal bulan ini: "Seperti yang saya janjikan awal tahun ini, Departemen Pertahanan kini telah mengalokasikan semua dana USAI yang tersisa yang dialokasikan oleh Kongres dalam suplemen yang saya tandatangani pada bulan April, dan Pemerintahan saya sepenuhnya memanfaatkan dana yang dialokasikan oleh Kongres untuk mendukung penarikan peralatan AS untuk Ukraina."

Juru bicara transisi Trump-Vance Karoline Leavitt mengatakan kepada Newsweek bulan ini: "Presiden Trump telah berulang kali menyatakan bahwa prioritas utama dalam masa jabatan keduanya adalah untuk segera menegosiasikan resolusi damai untuk perang Rusia-Ukraina."

"Selain itu, Presiden Trump percaya negara-negara Eropa harus memenuhi kewajiban pengeluaran pertahanan NATO mereka dan meningkatkan porsi beban mereka untuk konflik ini, karena AS telah membayar jauh lebih banyak, yang tidak adil bagi para pembayar pajak kita. Dia akan melakukan apa yang diperlukan untuk memulihkan perdamaian dan membangun kembali kekuatan dan pencegahan Amerika di panggung dunia," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!