3 Alasan Presiden Abbas Klaim Berhak Ambil Alih Kepemimpinan di Gaza
Selasa, 21 Januari 2025 - 11:35 WIB
Mahmpud Abbas klaim berhak ambil alih kepemimpinan di Gaza. Foto/X/@HillelNeuer
GAZA - Otoritas Palestina siap untuk mengambil alih tanggung jawabnya di Jalur Gaza setelah penerapan perjanjian gencatan senjata. Itu ditegaskan Presiden Mahmoud Abbas.
Baca Juga: Jelang Pelantikan Trump, Setiap Warga AS Menanggung Utang Negara sebesar Rp1,7 Miliar
Abbas lebih lanjut menyoroti “perlunya menghentikan semua bentuk perluasan koloni, kejahatan penjajah, dan pelanggaran terhadap kesucian Islam dan Kristen.”
3 Alasan Presiden Abbas Klaim Berhak Ambil Alih Kepemimpinan di Gaza
1. Gaza Adalah Bagian Integral dari Negara Palestina
Dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, Abbas menegaskan kembali “posisi Palestina tentang perlunya gencatan senjata segera dan penarikan penuh Israel dari wilayah itu (Gaza), dan Negara Palestina memikul tanggung jawab penuhnya di Jalur Gaza, karena merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki,” menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa.2. Memiliki Sumber Daya Menguasai Gaza
Presiden Palestina menekankan “kesiapan pemerintah dan aparat sipil dan keamanannya untuk memikul tanggung jawab penuh mereka di Jalur Gaza guna meringankan penderitaan rakyat Palestina, memulangkan para pengungsi ke rumah dan tempat tinggal mereka, serta memulihkan layanan dasar seperti air, listrik, dan pembangunan kembali.”Baca Juga: Jelang Pelantikan Trump, Setiap Warga AS Menanggung Utang Negara sebesar Rp1,7 Miliar
3. Mempercepat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Ia juga menyoroti “pentingnya mempercepat masuknya bantuan kemanusiaan oleh organisasi internasional yang berkoordinasi dengan pemerintah Palestina dan memaksa otoritas pendudukan untuk menghentikan serangan dan pelanggaran serius yang terjadi di Tepi Barat dan Yerusalem,” menurut Wafa.Abbas lebih lanjut menyoroti “perlunya menghentikan semua bentuk perluasan koloni, kejahatan penjajah, dan pelanggaran terhadap kesucian Islam dan Kristen.”
Lihat Juga :