Qatar Berupaya Cabut Sanksi terhadap Suriah
Sabtu, 18 Januari 2025 - 13:18 WIB
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Foto/Murat Gök/Anadolu Agency
DOHA - Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan negaranya telah berupaya mencabut sanksi terhadap Suriah sejak jatuhnya rezim Bashar Al-Assad bulan lalu.
Berbicara kepada Al Jazeera Arabic, dia mengatakan sanksi yang dijatuhkan pada rezim Assad tidak masuk akal dalam konteks saat ini, dan menyerukan penilaian ulang.
Sanksi oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan negara lain dijatuhkan pada rezim Assad sebelumnya setelah perang saudara 2011.
Sheikh Mohammed, yang juga Menteri Luar Negeri, juga menekankan penolakan negaranya terhadap "serangan Israel yang gegabah ke zona penyangga Suriah."
Segera setelah runtuhnya rezim Assad, Israel memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan Suriah dengan merebut zona penyangga demiliterisasi yang diawasi PBB.
“Kami berbicara dengan pemimpin pemerintahan baru Suriah, Ahmed Al-Sharaa, dan menekankan perlunya penarikan pasukan Israel, dan serangan Israel tidak boleh menimbulkan realitas baru,” tegas Perdana Menteri Qatar, yang bertemu dengan pemimpin pemerintahan baru Suriah di Damaskus pada hari Kamis (16/1/2025).
Berbicara kepada Al Jazeera Arabic, dia mengatakan sanksi yang dijatuhkan pada rezim Assad tidak masuk akal dalam konteks saat ini, dan menyerukan penilaian ulang.
Sanksi oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan negara lain dijatuhkan pada rezim Assad sebelumnya setelah perang saudara 2011.
Sheikh Mohammed, yang juga Menteri Luar Negeri, juga menekankan penolakan negaranya terhadap "serangan Israel yang gegabah ke zona penyangga Suriah."
Segera setelah runtuhnya rezim Assad, Israel memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan Suriah dengan merebut zona penyangga demiliterisasi yang diawasi PBB.
“Kami berbicara dengan pemimpin pemerintahan baru Suriah, Ahmed Al-Sharaa, dan menekankan perlunya penarikan pasukan Israel, dan serangan Israel tidak boleh menimbulkan realitas baru,” tegas Perdana Menteri Qatar, yang bertemu dengan pemimpin pemerintahan baru Suriah di Damaskus pada hari Kamis (16/1/2025).
Lihat Juga :