AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Melawan Rusia dan China, Ini Alasannya
Jum'at, 17 Januari 2025 - 08:34 WIB
Pejabat Pentagon memperkirakan bahwa China, yang tidak memiliki batasan perjanjian mengenai jumlah hulu ledak nuklirnya, memiliki lebih dari 600 senjata nuklir saat ini dan akan memperluas persenjataan mereka menjadi 1.000 atau lebih pada tahun 2030.
Rusia memiliki 5.580 senjata nuklir, dan AS memiliki persediaan 5.044, menurut Federasi Ilmuwan Amerika.
Hruby memperingatkan agar tidak mengambil pelajaran yang salah dari perlombaan senjata Perang Dingin yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Meskipun Moskow membangun lebih banyak hulu ledak nuklir—yang memuncak pada lebih dari 40.000 pada 1980-an—, upaya tersebut menghancurkan ekonomi Uni Soviet dan menyebabkan pembubarannya pada 1991.
"Itu bukan cara kita untuk menang [hari ini]," kata Hruby, yang dilansir USA Today, Jumat (17/1/2024). "Membangun banyak senjata dalam jangka panjang sepertinya bukan strategi yang tepat,” ujarnya.
Sebaliknya, kata Hruby, pemerintahan AS di masa mendatang harus lebih unggul dalam berpikir baik terhadap Rusia maupun China untuk berhasil menghalangi, atau mencegah, potensi penggunaan senjata nuklir mereka.
Namun, mantan pejabat dari pemerintahan pertama Presiden terpilih Donald Trump berpendapat sebaliknya.
Rusia memiliki 5.580 senjata nuklir, dan AS memiliki persediaan 5.044, menurut Federasi Ilmuwan Amerika.
Hruby memperingatkan agar tidak mengambil pelajaran yang salah dari perlombaan senjata Perang Dingin yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Meskipun Moskow membangun lebih banyak hulu ledak nuklir—yang memuncak pada lebih dari 40.000 pada 1980-an—, upaya tersebut menghancurkan ekonomi Uni Soviet dan menyebabkan pembubarannya pada 1991.
"Itu bukan cara kita untuk menang [hari ini]," kata Hruby, yang dilansir USA Today, Jumat (17/1/2024). "Membangun banyak senjata dalam jangka panjang sepertinya bukan strategi yang tepat,” ujarnya.
Sebaliknya, kata Hruby, pemerintahan AS di masa mendatang harus lebih unggul dalam berpikir baik terhadap Rusia maupun China untuk berhasil menghalangi, atau mencegah, potensi penggunaan senjata nuklir mereka.
Namun, mantan pejabat dari pemerintahan pertama Presiden terpilih Donald Trump berpendapat sebaliknya.
Lihat Juga :