AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Melawan Rusia dan China, Ini Alasannya

Jum'at, 17 Januari 2025 - 08:34 WIB
Robert O'Brien, yang merupakan penasihat keamanan nasional Trump dari tahun 2019 hingga 2021, menulis pada bulan Juni 2024: “AS harus mempertahankan keunggulan teknis dan numerik atas gabungan persediaan nuklir China dan Rusia."

O'Brien dan pejabat lain yang berpihak pada Trump juga percaya bahwa AS harus melanjutkan uji coba senjata nuklir bawah tanah.

Uji coba senjata nuklir AS terakhir dengan tembakan langsung terjadi pada tahun 1992, meskipun Senat menolak perjanjian yang melarang uji coba tersebut pada tahun 1999.

Korea Utara adalah satu-satunya negara yang menguji senjata nuklir pada abad ke-21.

Rusia, yang menarik diri dari Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif pada tahun 2023, baru-baru ini memperingatkan AS agar tidak melanjutkan uji coba nuklir eksplosif. Moskow juga mengubah doktrin nuklirnya pada bulan November untuk mengizinkan penggunaannya dalam berbagai skenario militer.

Calon pilihan Trump untuk memimpin Pentagon, Pete Hegseth, mengatakan pada sidang konfirmasinya hari Selasa bahwa dia mendukung penggunaan kewenangan produksi perang darurat untuk mempercepat modernisasi senjata nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!