Sebut Pemerintahan Islam Hanya Memicu Perang di Suriah, Komandan Druze Tolak Kepemimpinan HTS
Selasa, 07 Januari 2025 - 01:10 WIB
Di Suwayda, kota selatan Suriah yang merupakan rumah bagi komunitas Druze yang besar, banyak orang menganggap pemerintahan yang terdesentralisasi adalah cara terbaik untuk menjamin hak-hak mereka dan hak-hak minoritas lainnya di seluruh negeri.
Baca Juga: Tak Ada Jaminan Perang Gaza Akan Berakhir meski Hamas Siap Bebaskan 34 Tawanan
Warga Suwayda dan para pemimpin mereka mengatakan mereka lebih menyukai negara sekuler dan demokratis dengan kekuasaan yang dibagi di antara berbagai wilayah Suriah.
Komunitas mereka terguncang oleh seruan baru-baru ini dari pemimpin de facto baru di Damaskus, Ahmed al-Sharaa yang lebih dikenal sebagai Abu Mohammed al-Jolani, agar kelompok-kelompok bersenjata meletakkan senjata mereka.
Milisi Druze pada hari Rabu memaksa konvoi militer yang terkait dengan Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) untuk kembali ke Damaskus tanpa memasuki provinsi Suwayda.
Baca Juga: Tak Ada Jaminan Perang Gaza Akan Berakhir meski Hamas Siap Bebaskan 34 Tawanan
Warga Suwayda dan para pemimpin mereka mengatakan mereka lebih menyukai negara sekuler dan demokratis dengan kekuasaan yang dibagi di antara berbagai wilayah Suriah.
Komunitas mereka terguncang oleh seruan baru-baru ini dari pemimpin de facto baru di Damaskus, Ahmed al-Sharaa yang lebih dikenal sebagai Abu Mohammed al-Jolani, agar kelompok-kelompok bersenjata meletakkan senjata mereka.
Milisi Druze pada hari Rabu memaksa konvoi militer yang terkait dengan Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) untuk kembali ke Damaskus tanpa memasuki provinsi Suwayda.
Lihat Juga :