Ironi Pasukan Otoritas Palestina: Ogah Melawan Israel, Justru Perangi Saudara Sendiri
Minggu, 05 Januari 2025 - 07:06 WIB
Pasukan keamanan PA, yang dibentuk di bawah bimbingan Amerika Serikat melalui program pelatihan Letnan Jenderal Keith Dayton, telah berkembang menjadi apa yang oleh para kritikus gambarkan sebagai pasukan proksi untuk kepentingan Israel.
Sebuah studi tahun 2017 mengungkapkan bahwa sektor keamanan mempekerjakan sekitar setengah dari semua pegawai negeri sipil Palestina, menghabiskan hampir USD1 miliar dari anggaran PA dan menerima sekitar 30 persen dari total bantuan internasional, termasuk sebagian besar dana AS.
Anggaran pasukan keamanan itu melebihi gabungan pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Skala aparat keamanan sangat mencolok, dengan lebih dari 80.000 personel yang menciptakan salah satu rasio keamanan terhadap populasi tertinggi di dunia, yaitu 1:48. Selama pertemuan tahun 2017 dengan Presiden AS saat itu Donald Trump, efektivitas koordinasi ini dipuji, di mana Trump mencatat bagaimana PA dan pasukan Israel "sangat akur" dan "bekerja sama dengan baik”.
Para kritikus menyebut pengaturan tersebut sebagai "pendudukan bintang lima”, dengan alasan bahwa hal itu membebaskan Israel dari tanggung jawab kepolisian langsung sambil memungkinkan kebijakan kolonial-pemukim yang agresif.
Doktrin keamanan PA telah bergeser dari melindungi komunitas Palestina menjadi secara aktif menekan perlawanan, termasuk protes damai—sering kali melalui cara-cara brutal. Ini termasuk penangkapan ilegal dan penyiksaan, sebagaimana dibuktikan dalam kasus-kasus seperti kematian aktivis Nizar Banat pada tahun 2021.
Sebuah studi tahun 2017 mengungkapkan bahwa sektor keamanan mempekerjakan sekitar setengah dari semua pegawai negeri sipil Palestina, menghabiskan hampir USD1 miliar dari anggaran PA dan menerima sekitar 30 persen dari total bantuan internasional, termasuk sebagian besar dana AS.
Anggaran pasukan keamanan itu melebihi gabungan pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Skala aparat keamanan sangat mencolok, dengan lebih dari 80.000 personel yang menciptakan salah satu rasio keamanan terhadap populasi tertinggi di dunia, yaitu 1:48. Selama pertemuan tahun 2017 dengan Presiden AS saat itu Donald Trump, efektivitas koordinasi ini dipuji, di mana Trump mencatat bagaimana PA dan pasukan Israel "sangat akur" dan "bekerja sama dengan baik”.
Para kritikus menyebut pengaturan tersebut sebagai "pendudukan bintang lima”, dengan alasan bahwa hal itu membebaskan Israel dari tanggung jawab kepolisian langsung sambil memungkinkan kebijakan kolonial-pemukim yang agresif.
Doktrin keamanan PA telah bergeser dari melindungi komunitas Palestina menjadi secara aktif menekan perlawanan, termasuk protes damai—sering kali melalui cara-cara brutal. Ini termasuk penangkapan ilegal dan penyiksaan, sebagaimana dibuktikan dalam kasus-kasus seperti kematian aktivis Nizar Banat pada tahun 2021.
Lihat Juga :