Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal di Usia 100 Tahun

Senin, 30 Desember 2024 - 06:50 WIB
Carter menjadi perantara Perjanjian Camp David 1978 antara Israel dan Mesir, yang menjadi kasus pertama negara Arab yang secara resmi mengakui negara Yahudi.

Dia juga membuka jalan bagi penyerahan Terusan Panama kepada otoritas Panama pada tahun 1999.

Presiden terpilih AS Donald Trump baru-baru ini mengancam akan membatalkan keputusan ini dan mengembalikan kendali Amerika atas jalur air penting tersebut.

Di dalam negeri, Carter berfokus pada pengurangan inflasi dan memperjuangkan kebijakan lingkungan. Sebagai bagian dari reorganisasi pemerintahannya, dia membentuk Departemen Energi dan Departemen Pendidikan.

Tahun terakhir masa jabatannya dirusak oleh krisis penyanderaan di Iran, di mana para pendukung Revolusi Islam menyandera diplomat Amerika selama 444 hari. Para sandera dibebaskan pada bulan Januari 1981, beberapa menit setelah Ronald Reagan dilantik sebagai presiden AS berikutnya.

Setelah meninggalkan jabatan presiden, Carter mendedikasikan dirinya untuk upaya kemanusiaan, mendirikan Carter Center pada tahun 1982, yang berfokus pada promosi demokrasi dan hak asasi manusia.

Pada tahun 2002, dia dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas kerja kemanusiaannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!