Potensi Perang dengan Rusia Menguat, NATO Siapkan Skenario Pertempuran

Sabtu, 28 Desember 2024 - 16:20 WIB
"Kami melihat bahwa manifestasi ketidakpuasan tertentu terhadap apa yang terjadi berada pada tingkat persepsi publik yang berbeda. Ini juga menyangkut pemahaman bahwa konfrontasi dengan Rusia berbahaya, yang dapat menyebabkan bentrokan yang sangat serius antara kekuatan nuklir, karena NATO semakin bergerak maju ke arah partisipasi langsung dalam konflik di Ukraina.

Sentimen seperti itu juga terwujud dalam kenyataan bahwa ada peningkatan kesadaran akan dampak negatif situasi di Ukraina terhadap situasi sosial-ekonomi di hampir semua negara Eropa, yang mencakup peningkatan biaya hidup," katanya dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.

Baca Juga: AS: Rusia Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Azerbaijan

2. Publik di Barat Ingin Krisis Ukraina Berakhir

Masing-masing negara NATO dan publik di Barat semakin mendukung diakhirinya konflik di Ukraina dan konfrontasi dengan Rusia, kata Duta Besar Rusia untuk Belgia Alexander Tokovinin dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.

"Diskusi di tingkat negara-negara bagian adalah masalah lain. Seperti yang kita ketahui, ada beberapa negara anggota NATO yang secara aktif mendukung diakhirinya konflik lebih awal. Ini berlaku untuk Hongaria, dan Perdana Menteri Slovakia baru-baru ini mengunjungi Moskow. Di tingkat publik, sentimen ini terlihat jelas. Semakin banyak orang yang yakin bahwa melepaskan konfrontasi dengan Rusia, pada prinsipnya, merupakan tindakan strategis yang membawa bencana dan sangat keliru," kata Tokovinin, dilansir Sputnik News.

3. Pembicaraan Damai Tidak Ada dalam Agenda NATO

Masalah penyelesaian damai konflik Ukraina tidak secara resmi ada dalam agenda NATO, Duta Besar Rusia untuk Belgia Alexander Tokovinin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!