AS Cabut Hadiah Rp162 Miliar untuk Penangkapan Pemimpin Baru Suriah
Sabtu, 21 Desember 2024 - 06:30 WIB
Sementara itu, pada hari Kamis, AS mengakui mereka memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.
AS mulai mengirim pasukan ke negara itu pada tahun 2014 dengan tujuan yang dinyatakan untuk mengalahkan ISIL (ISIS), tetapi pasukan AS tetap berada di Suriah setelah kekalahan teritorial kelompok itu pada tahun 2017.
Pada hari Jumat, militer AS mengatakan mereka melakukan serangan udara yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Yusif, yang juga dikenal sebagai Mahmud, di provinsi Deir ez-Zor di Suriah timur.
Serangan itu terjadi di wilayah yang sebelumnya dikuasai pemerintah Suriah dan pasukan Rusia, menurut Komando Pusat militer AS yang berbasis di Timur Tengah (CENTCOM).
"Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Amerika Serikat yang bekerja sama dengan sekutu dan mitra di kawasan tersebut, tidak akan membiarkan ISIS memanfaatkan situasi terkini di Suriah dan membangun kembali kekuatan mereka," ujar komandan CENTCOM Erik Kurilla.
"ISIS berniat membebaskan lebih dari 8.000 anggota ISIS yang saat ini ditahan di berbagai fasilitas di Suriah. Kami akan secara agresif menargetkan para pemimpin dan anggota ISIS ini, termasuk mereka yang mencoba melakukan operasi di luar Suriah," papar dia.
Pada hari Kamis, Pentagon mengisyaratkan AS tidak berencana menarik pasukannya dari Suriah dalam waktu dekat, dengan mengatakan ISIS masih menjadi ancaman di negara tersebut.
Baca juga: Putin Sebut Israel Pemenang Besar di Suriah
AS mulai mengirim pasukan ke negara itu pada tahun 2014 dengan tujuan yang dinyatakan untuk mengalahkan ISIL (ISIS), tetapi pasukan AS tetap berada di Suriah setelah kekalahan teritorial kelompok itu pada tahun 2017.
Pada hari Jumat, militer AS mengatakan mereka melakukan serangan udara yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Yusif, yang juga dikenal sebagai Mahmud, di provinsi Deir ez-Zor di Suriah timur.
Serangan itu terjadi di wilayah yang sebelumnya dikuasai pemerintah Suriah dan pasukan Rusia, menurut Komando Pusat militer AS yang berbasis di Timur Tengah (CENTCOM).
"Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Amerika Serikat yang bekerja sama dengan sekutu dan mitra di kawasan tersebut, tidak akan membiarkan ISIS memanfaatkan situasi terkini di Suriah dan membangun kembali kekuatan mereka," ujar komandan CENTCOM Erik Kurilla.
"ISIS berniat membebaskan lebih dari 8.000 anggota ISIS yang saat ini ditahan di berbagai fasilitas di Suriah. Kami akan secara agresif menargetkan para pemimpin dan anggota ISIS ini, termasuk mereka yang mencoba melakukan operasi di luar Suriah," papar dia.
Pada hari Kamis, Pentagon mengisyaratkan AS tidak berencana menarik pasukannya dari Suriah dalam waktu dekat, dengan mengatakan ISIS masih menjadi ancaman di negara tersebut.
Baca juga: Putin Sebut Israel Pemenang Besar di Suriah
(sya)
Lihat Juga :