6 Negara Eropa Ini Nekat Dukung Ukraina Gabung NATO
Jum'at, 13 Desember 2024 - 10:47 WIB
"Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap Formula Perdamaian Presiden Zelensky, sebagai jalan yang kredibel menuju perdamaian yang adil dan abadi," imbuh mereka.
Para pendukung Kyiv juga berjanji untuk mendukung Ukraina dalam perjalanannya yang tidak dapat diubah lagi menuju integrasi penuh Euro-Atlantik, termasuk keanggotaan NATO, serta jalannya menuju aksesi ke Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha berterima kasih kepada keenam negara dan Uni Eropa atas “diskusi yang jujur dan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah konkret.”
Dia menyerukan sanksi tambahan, yang menargetkan metalurgi, pengiriman, dan perbankan Rusia.
"Kami memantau dengan seksama peningkatan perdagangan dengan negara-negara yang belum menjatuhkan sanksi terhadap Rusia," katanya.
Pertemuan di Berlin berlangsung di tengah ketidakpastian apakah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melanjutkan bantuan militer dan keuangan tanpa syarat dari pemerintahan sebelumnya ke Kyiv.
Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari 2025, telah menggambarkan Zelensky sebagai "sales terhebat di dunia" dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk segera mengakhiri konflik melalui diplomasi.
Meskipun dia tidak menghasilkan rencana konkret, selama kampanye Pemilu AS, ia tampak terbuka untuk menekan Kyiv agar memulai negosiasi dengan Moskow.
Para pendukung Kyiv juga berjanji untuk mendukung Ukraina dalam perjalanannya yang tidak dapat diubah lagi menuju integrasi penuh Euro-Atlantik, termasuk keanggotaan NATO, serta jalannya menuju aksesi ke Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha berterima kasih kepada keenam negara dan Uni Eropa atas “diskusi yang jujur dan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah konkret.”
Dia menyerukan sanksi tambahan, yang menargetkan metalurgi, pengiriman, dan perbankan Rusia.
"Kami memantau dengan seksama peningkatan perdagangan dengan negara-negara yang belum menjatuhkan sanksi terhadap Rusia," katanya.
Pertemuan di Berlin berlangsung di tengah ketidakpastian apakah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melanjutkan bantuan militer dan keuangan tanpa syarat dari pemerintahan sebelumnya ke Kyiv.
Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari 2025, telah menggambarkan Zelensky sebagai "sales terhebat di dunia" dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk segera mengakhiri konflik melalui diplomasi.
Meskipun dia tidak menghasilkan rencana konkret, selama kampanye Pemilu AS, ia tampak terbuka untuk menekan Kyiv agar memulai negosiasi dengan Moskow.
Lihat Juga :