Apakah China Akan Ikut Perang Dunia III?

Kamis, 12 Desember 2024 - 14:41 WIB
Setiap peningkatan persediaan nuklir China menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat sifat tidak transparan dari kemampuan nuklir negara itu dan ambisi modernisasinya.

China menyatakan bahwa "tidak akan pernah mencari hegemoni atau perluasan", namun, peningkatan kemampuan nuklirnya baik dalam ukuran maupun cakupan menunjukkan hal yang sebaliknya.

"Peningkatan persediaan nuklir China dapat dilihat dimotivasi oleh dua faktor: Pertama, mempertahankan pencegahan yang kredibel dengan negara-negara bersenjata nuklir lainnya yang menjadi pesaingnya, terutama Amerika Serikat dan India. Dan kedua, untuk meningkatkan kedudukan globalnya, sebagai negara kuat dengan pencegahan nuklir yang kuat," ungkap Jash.

2. Memiliki Permusuhan dengan Amerika Serikat dan Sekutunya

Meskipun tujuan nyata China untuk mencapai paritas nuklir dengan Amerika Serikat dan Rusia tidak didukung oleh bukti konkret apa pun, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan ini saat mengevaluasi modernisasi nuklir China.

Namun, para ahli di Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) berpendapat bahwa, mengingat Amerika Serikat memiliki 800 peluncur untuk senjata nuklir strategis dan persediaan 3.700 hulu ledak, bahkan jika China akhirnya memiliki lebih banyak rudal balistik antarbenua (ICBM) daripada Amerika Serikat dan menambah persenjataan nuklirnya menjadi 1.500 hulu ledak pada tahun 2035 sesuai proyeksi Pentagon, hal itu "tidak memberikan kesetaraan bagi China".

Kebijakan nuklir China menganut prinsip "tidak ada penggunaan pertama", sebagaimana Buku Putih 2015 tentang "Strategi Militer Tiongkok" secara tegas menyatakan bahwa "kebijakan pertahanan nasional China bersifat defensif, menentang hegemonisme dan politik kekuasaan dalam segala bentuk, dan tidak akan pernah mencari hegemoni atau ekspansi."

Namun, kemampuan nuklirnya yang terus berkembang baik dalam ukuran maupun cakupan menunjukkan hal yang sebaliknya. Yang jelas adalah pergeseran dari pencegahan minimum, yang dulunya merupakan strategi yang disukai, menjadi sekarang menunjukkan tanda-tanda mengadopsi postur nuklir yang lebih maju dari "pencegahan terbatas". Analis telah menjelaskan pendekatan ini bahwa jika pencegahan gagal, kemampuan ini seharusnya cukup untuk mengendalikan eskalasi dan memaksa musuh untuk mundur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!