Bashar Al Assad Ternyata Pernah Memiliki Transaksi Rahasia dengan Israel, Berikut 3 Buktinya
Kamis, 12 Desember 2024 - 03:30 WIB
Dalam pesan yang mengkhawatirkan tertanggal 8 April 2023, pejabat tersebut melaporkan bahwa Hamas telah meluncurkan roket dari Dataran Tinggi Golan, menuntut agar Suriah menghentikan persiapan tersebut atau menghadapi konsekuensi yang mengerikan.
Peringatan Israel meningkat, dengan menyatakan bahwa tindakan sebelumnya hanyalah "tembakan peringatan", dan bahwa jika kerja sama Suriah dengan Iran berlanjut, tindakan pembalasan akan menyusul, menurut dokumen tersebut.
Baca Juga: PM Transisi Suriah Minta Pengungsi untuk Pulang Kampung
Dokumen tersebut menyatakan bahwa rezim Assad tidak hanya menerima intelijen dari Israel tetapi juga secara aktif mengoordinasikan serangan terhadap posisi Iran.
"Mendukung kemampuan pertahanan udara Hizbullah adalah tindakan melawan Israel. Ini hanya menguntungkan kepentingan Hizbullah, sementara menyebabkan kerugian bagi militer Anda," kata sebuah surat dalam dokumen tersebut.
Sementara pemerintah Assad telah lama memposisikan dirinya sebagai pemimpin "perlawanan" di dunia Arab, dokumen-dokumen ini mengungkap bahwa rezim tersebut berbagi intelijen dengan Israel dan bahkan memfasilitasi operasi militer melawan milisi Iran.
Peringatan Israel meningkat, dengan menyatakan bahwa tindakan sebelumnya hanyalah "tembakan peringatan", dan bahwa jika kerja sama Suriah dengan Iran berlanjut, tindakan pembalasan akan menyusul, menurut dokumen tersebut.
Baca Juga: PM Transisi Suriah Minta Pengungsi untuk Pulang Kampung
2. Assad Memberikan Posisi Militer Iran di Suriah
Pada 7 Mei 2023, pasukan Israel menargetkan depot senjata yang terkait dengan struktur komando Suriah, sebagai bagian dari strategi untuk membongkar kemampuan militer Iran di Suriah.Dokumen tersebut menyatakan bahwa rezim Assad tidak hanya menerima intelijen dari Israel tetapi juga secara aktif mengoordinasikan serangan terhadap posisi Iran.
"Mendukung kemampuan pertahanan udara Hizbullah adalah tindakan melawan Israel. Ini hanya menguntungkan kepentingan Hizbullah, sementara menyebabkan kerugian bagi militer Anda," kata sebuah surat dalam dokumen tersebut.
Sementara pemerintah Assad telah lama memposisikan dirinya sebagai pemimpin "perlawanan" di dunia Arab, dokumen-dokumen ini mengungkap bahwa rezim tersebut berbagi intelijen dengan Israel dan bahkan memfasilitasi operasi militer melawan milisi Iran.
Lihat Juga :