Ambisi Israel Raya Berlanjut, Tentara Zionis Invasi Suriah setelah Bashar al-Assad Lengser
Rabu, 11 Desember 2024 - 20:11 WIB
Ambisi Israel Raya
Ambisi ‘Israel’ Raya mengacu pada gagasan perluasan wilayah dan kedaulatan negara Yahudi Israel. Sebaran wilayahnya mencakup dari interpretasi orang-orang Israel mengenai gambaran tanah bersejarahnya dalam Alkitab.Pada penyebutannya, konsep tersebut juga dikenali sebagai rencana Zionis untuk Timur Tengah. Bapak Zionisme, Theodore Herzl, menjelaskan bahwa istilah tersebut mengacu sebagai negara Yahudi yang akan terbentang dari Sungai Mesir hingga Sungai Eufrat.
Artinya, wilayah yang dimaksud dalam konsep itu nantinya termasuk Palestina, Lebanon Selatan sampai ke Sidon dan Sungai Litani, Dataran Tinggi Golan Suriah sampai Dataran Hauran dan Deraa, Jalur Kereta Api Hejaz dari Deraa ke Amman, Yordania serta Teluk Aqaba.
Melihat ke belakang, Israel sepertinya mulai berupaya mewujudkan ambisi tersebut. Meski belum selesai dengan Palestina, mereka sebelumnya lebih dulu melakukan invasi ke Lebanon dengan dalih menumpas serdadu Hizbullah.
Terbaru, Suriah menjadi sasaran usai digulingkannya rezim Bashar al-Assad oleh kubu oposisi di sana. Memanfaatkan momentum yang mungkin tidak datang berkali-kali, Tel Aviv dengan seenaknya menyebut perjanjian Israel-Suriah tahun 1974 untuk membangun jalur demiliterisasi tidak berlaku lagi setelah pasukan Damaskus meninggalkan posisi mereka.
Rencana Perluasan Israel sampai Damaskus
Pada Oktober 2024 lalu, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menuai sorotan usai membuat pernyataan kontroversi. Mengutip MiddleEastMonitor, dalam sebuah wawancara untuk film dokumenter yang diproduksi dan ditayangkan oleh saluran berbahasa Prancis Arte, berjudul “Israel: Extremists in Power”, ia mengungkap potensi negaranya dalam mengejar proyek 'Israel Raya'.Lihat Juga :