Perjalanan Mohammed al-Julani Tumbangkan Assad hingga Jadi Buronan Amerika, Diburu Rezim dan Dikhianati ISIS
Senin, 09 Desember 2024 - 23:55 WIB
Dirinya lalu ditangkap oleh pasukan AS di Irak pada tahun 2006 dan ditahan selama lima tahun, al-Julani kemudian ditugaskan untuk mendirikan cabang al-Qaeda di Suriah.
Kala itu al-Julani sempat berkoordinasi dengan Abu Bakr al-Baghdadi, kepala “Negara Islam di Irak” al-Qaeda, yang kemudian menjadi ISIL (ISIS).
Baca Juga: Benarkah Presiden Joe Biden Klaim Ikut Berjasa Gulingkan Bashar Al Assad?
Namun di tahun 2013, al-Baghdadi tiba-tiba mengumumkan bahwa kelompoknya memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan akan memperluas wilayah ke Suriah, yang secara efektif menggabungkan Front al-Nusra ke dalam kelompok baru yang disebut ISIL.
Al-Julani menolak perubahan ini dan mempertahankan kesetiaannya kepada al-Qaeda. Pada tahun-tahun berikutnya, al-Julani tampak menjauhkan diri dari proyek al-Qaeda untuk fokus membangun kelompoknya di dalam wilayah Suriah.
Menurut para analis, perpecahan tersebut tampaknya merupakan upaya untuk menekankan ambisi kelompoknya yang bersifat nasional.
Kala itu al-Julani sempat berkoordinasi dengan Abu Bakr al-Baghdadi, kepala “Negara Islam di Irak” al-Qaeda, yang kemudian menjadi ISIL (ISIS).
Baca Juga: Benarkah Presiden Joe Biden Klaim Ikut Berjasa Gulingkan Bashar Al Assad?
Namun di tahun 2013, al-Baghdadi tiba-tiba mengumumkan bahwa kelompoknya memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan akan memperluas wilayah ke Suriah, yang secara efektif menggabungkan Front al-Nusra ke dalam kelompok baru yang disebut ISIL.
Al-Julani menolak perubahan ini dan mempertahankan kesetiaannya kepada al-Qaeda. Pada tahun-tahun berikutnya, al-Julani tampak menjauhkan diri dari proyek al-Qaeda untuk fokus membangun kelompoknya di dalam wilayah Suriah.
Menurut para analis, perpecahan tersebut tampaknya merupakan upaya untuk menekankan ambisi kelompoknya yang bersifat nasional.
Lihat Juga :