Rusia Barter Nuklir dengan Tentara Korut, Sekjen NATO Ketir-ketir

Kamis, 05 Desember 2024 - 09:25 WIB
Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina telah mengancam semua orang. Itulah sebabnya Eropa dan Amerika Utara, serta mitra lainnya, harus bersatu.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meneken undang-undang perubahan doktrin nuklir.

Menurut doktrin nuklir terbarunya, Rusia dapat menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan senjata konvensional terhadap wilayahnya oleh negara non-nuklir dengan dukungan negara nuklir.

Pada awal Oktober, diketahui bahwa ribuan tentara dari Korea Utara telah tiba di Rusia. Mereka dilaporkan telah dikerahkan ke wilayah Kursk, tempat pertempuran pasukan Rusia dan Ukraina terjadi.

Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, Korea Utara ingin menerima teknologi dari Rusia sebagai imbalan atas tentara, termasuk teknologi dalam rudal, nuklir, dan program militer lainnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!