Pemerintahan Prancis bisa Runtuh Pekan Ini

Selasa, 03 Desember 2024 - 20:45 WIB
Prancis adalah ekonomi terbesar kedua di zona Euro tetapi memiliki "segunung utang," menurut Politico, saat "pemerintahnya tidak pernah serapuh ini atau parlemennya sangat tidak terpecah belah selama satu generasi."

Pemerintah membutuhkan persetujuan Majelis Nasional untuk anggaran jaminan sosial tahun depan guna menghindari krisis politik dan keuangan.

Defisit Prancis diperkirakan mencapai 6,1% dari PDB tahun depan. Usulan awal Barnier adalah memangkas pengeluaran sebesar 40 miliar euro (USD41,87 miliar) dan menaikkan pajak sebesar 20 miliar euro.

Masalahnya, menurut Politico, adalah kedua opsi untuk meloloskan anggaran tersebut memerlukan kerja sama dari RN.

Partai sayap kanan tersebut sedang melakukan tawar-menawar yang sulit. "Garis merah" mereka termasuk membatalkan kenaikan pajak listrik yang diusulkan dan penundaan yang direncanakan untuk penyesuaian inflasi tahunan terhadap pensiun.

NR juga ingin Paris "memotong secara drastis" layanan kesehatan yang didanai negara untuk imigran ilegal dan bernegosiasi dengan UE untuk mengurangi kontribusi keuangan Prancis ke blok tersebut.

Anggota parlemen terkemuka NR Marine Le Pen juga menginginkan kemenangan simbolis, menurut Politico, karena Barnier telah menyampaikan konsesinya sebagai sesuatu yang tidak terkait dengan tuntutan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!