Mengapa Pemberontak Suriah Mampu Menguasai Aleppo?

Selasa, 03 Desember 2024 - 16:15 WIB

4. Dukungan Iran Juga Melemah

Analis mengatakan pemberontak menggunakan kekosongan yang ditinggalkan oleh Hizbullah yang melemah untuk maju di Suriah.

“Pemberontak melihat peluang untuk menguji garis depan dengan Hizbullah yang melemah, Iran yang tertekan, dan Rusia yang sibuk dengan Ukraina … pemberontak terkejut dengan keberhasilan mereka dan mereka mendorong lebih keras dari yang mereka perkirakan,” kata Nanar Hawach, analis senior yang berfokus pada Suriah di International Crisis Group, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Brussels.

“Pemberontak melihat adanya pergeseran kekuasaan.”

Iran dan Rusia selama lebih dari satu dekade telah memasok pasukan dan senjata untuk membantu Assad tetap berkuasa. Turki di bawah Recep Tayyip Erdogan telah mendukung kelompok pemberontak dan telah mengerahkan pasukan Turki untuk mempertahankan komando atas benteng yang dikuasai pemberontak di Suriah utara.

Iran telah mempertahankan kehadiran militer di Suriah sebagai bagian dari upaya ekspansif untuk mempertahankan kekuasaan Assad dan melindungi jejak regional yang strategis. Korps Garda Revolusi Islamnya telah menjadi sasaran Israel selama beberapa tahun terakhir, termasuk serangan udara di gedung kedutaan Iran di Damaskus pada bulan April yang menewaskan seorang komandan IRGC, dan mendorong Teheran melakukan serangan langsung pertama kalinya terhadap Israel.

Proksi Iran, Hizbullah, telah berperan penting dalam membantu Assad mendapatkan kembali wilayah yang hilang oleh milisi dan kelompok pemberontak. Para pejuangnya bertempur atas nama Assad melawan kelompok oposisi bersenjata Suriah dan front Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda. Suriah telah menjadi tulang punggung logistik utama bagi organisasi tersebut untuk membangun persenjataan rudalnya di negara asalnya, Lebanon.

Selama setahun terakhir, pasukan tempur Hizbullah mengalihkan fokus mereka ke Israel, menarik pasukan dari Suriah ke Lebanon, dalam upaya untuk mengkonsolidasikan kekalahan mereka saat Assad semakin dekat dengan negara-negara Teluk Arab dan menjadi kurang terlibat dengan "Poros Perlawanan" Iran, sebuah kelompok longgar milisi regional yang bersekutu dengan Iran, kata Hawach.

5. Serangan Israel ke Militer Suriah

Israel sejak itu telah menimbulkan kerusakan besar pada kelompok tersebut di Lebanon, menewaskan pemimpin lamanya Hassan Nasrallah dan melenyapkan banyak petinggi kelompok tersebut. Militer Israel pada bulan September melancarkan serangan habis-habisan di wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya Syiah di seluruh negeri tempat Hizbullah memegang pengaruh yang signifikan dan menghantam wilayah-wilayah lain di Lebanon.

“Salah satu tujuan Hizbullah adalah untuk memiliki kehadiran yang nyata di Suriah, hal ini berkurang sepanjang tahun lalu karena penarikan pasukan terutama dengan eskalasi Israel di Lebanon,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!