Mengapa Mahmoud Abbas Siapkan Suksesi Kepemimpinan?

Selasa, 03 Desember 2024 - 04:40 WIB

6. AS dan Arab Saudi Ikut Campur

Kabarnya, karena tekanan dari AS dan negara-negara Teluk.

Pada bulan September, Arab Saudi bersekutu dengan beberapa negara Arab dan Eropa – tidak disebutkan negara mana saja – untuk mendorong solusi dua negara guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Kemudian pada bulan September, Riyadh berjanji untuk memberikan Otoritas yang kekurangan uang sebesar USD60 juta agar tetap bertahan.

Mustafa dari ICG mengatakan Arab Saudi mensyaratkan cicilan terakhir sebesar $10 juta pada Abbas yang memilih penggantinya.

PA telah dihambat oleh Israel yang menahan USD188 juta pendapatan pajak yang dikumpulkannya atas nama PA – sebuah ketentuan Oslo.

7. Memiliki Pengaruh di Lingkaran Fatah

Abbas masih memimpin Fatah, kelompok politik Palestina terbesar dan tertua dan telah memilih Mahmoud al-Aloul – wakil ketua komite pusat – untuk mengambil alih partai setelahnya.

Yang lebih penting, Abbas memimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang jauh lebih kuat daripada PA.

PLO – gerakan payung dari faksi-faksi Palestina yang didominasi oleh Fatah – melobi hak-hak warga Palestina dan membuat keputusan atas nama mereka di panggung global

Menurut Mustafa, Abbas telah memastikan bahwa orang kepercayaannya Hussein al-Sheikh – sekretaris jenderal PLO – akan menggantikannya sebagai pemimpinnya.

Untuk melakukan ini, Abbas menempatkan para loyalis di dewan eksekutif PLO untuk memastikan mereka memilih seseorang dari lingkarannya untuk berkuasa jika pemilihan umum terjadi.

“PA adalah peran yang paling tidak didambakan karena hanya … penyedia layanan,” kata Mustafa. “Yang terbaik di sini adalah PLO dan Fatah.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!