Mengapa Kolombia Lebih Arab daripada Negara-negara Timur Tengah?

Kamis, 28 November 2024 - 17:30 WIB

3. Bukan Politik Berpura-pura

Kolombia mengenakan jubah kesatria, keberanian, dan kehormatan Arab ketika orang Arab menanggalkannya. Kolombia tidak melakukan ini untuk berpura-pura, untuk meniru peran, atau karena dendam terhadap Washington dan Tel Aviv.

"Sebaliknya, Kolombia melakukannya karena keyakinannya pada keadilan perjuangan rakyat Palestina, kesadarannya akan esensi konflik, dan pengetahuannya tentang sejarah yang sebenarnya, bukan narasi palsu," jelas Qandil.

4. Menjadikan Arab Bagian dari Kolombia

Dalam sebuah wawancara di Al Jazeera Sabtu lalu, presiden Kolombia berbicara tentang orang Arab dan Arabisme seolah-olah dia adalah Ibn Khaldun, Abd al-Rahman Al-Kawakibi atau Gamal Hamdan.

Dia mengatakan bahwa Arabisme telah menjadi komponen integral dari susunan rakyat Kolombia sejak penjajah Spanyol datang ke negara mereka pada akhir abad ke-15, dengan jatuhnya Granada dan berakhirnya kekuasaan Arab di Andalusia.

Baca Juga: Ini Teks Lengkap Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hizbullah, Isinya 13 Poin

5. Mengingat Jasa Raja Arab Melawan Penjajah Spanyol

Para penjajah memaksa orang Arab untuk mendaftar dalam kampanye kolonial melawan negara-negara Amerika Latin, dan darah Arab bercampur dengan darah rakyat Kolombia hingga abad ke-19. Ia menambahkan bahwa ketika orang-orang Spanyol pergi ke benua Amerika pada tahun 1492, tahun terakhir Khilafah di Granada, orang-orang Arab ikut bersama mereka, dan kaum Muslim dipaksa pindah agama menjadi Kristen pada saat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!