Demo Antimasker Marak di Eropa
Senin, 31 Agustus 2020 - 06:42 WIB
Kerusuhan pun terjadi ketika para demonstran melempari botol dan batu kepada para polisi. “Demonstran itu adalah kelompok ekstremis,” kata Menteri Dalam Negeri Jerman, Andreas Geisel. Dia mengatakan, ada juga sekelompok demonstran berjumlah 30.000 yang tetap menjaga jarak.
Polisi memerintahkan sekelompok pengunjuk rasa di dekat Gerbang Brandenburg untuk membubarkan diri karena melanggar aturan keselamatan, kemudian 200 orang ditangkap setelah melempar batu dan botol. Para pengunjuk rasa berdesakan dalam demonstrasi di beberapa tempat, dan duduk berdekatan pada satu titik.
Di antara mereka yang ditangkap adalah penulis masakan dan ahli teori konspirasi Attila Hildmann, yang berorasi kepada orang banyak melalui pengeras suara. Meskipun Jerman sejauh ini belum melihat gelombang kasus yang memengaruhi beberapa bagian Eropa, tingkat infeksinya terus meningkat. Jumlah kasus baru mencapai angka tertinggi sejak April.
Pihak berwenang mengatakan pengunjuk rasa yang berdemo di luar Kedutaan Besar Rusia di Unter den Linden adalah "ekstremis sayap kanan" dan sejumlah tujuh petugas kepolisian terluka. Beberapa pengunjuk rasa kemudian menerobos penjagaan di gedung Reichstag dan dibubarkan oleh polisi menggunakan semprotan merica.
Beberapa pengunjuk rasa kemudian menerobos penjagaan di gedung Reichstag dan dibubarkan oleh polisi menggunakan semprotan merica. Situs berita Jerman, Deutsche Welle, melaporkan bahwa bendera dan kaus bertuliskan slogan mendukung sayap kanan tampak di kerumunan pengunjuk rasa. (Baca juga: Begini Cara Mecegah Kanker Usus)
Demonstrasi di sebelah barat gerbang Victory Column diorganisir oleh gerakan yang berbasis di Stuttgart, Querdenken 711 (atau Lateral Thinking 711). Kelompok ini memiliki lebih dari 16.000 pengikut di Facebook dan sebagian besar berkomunikasi melalui layanan pesan terenkripsi Telegram. Kelompok ini meyakini bahwa peraturan virus korona melanggar hak-hak dasar dan kebebasan yang diabadikan dalam konstitusi Jerman dan mereka menuntut agar aturan-aturan pembatasan ini dicabut.
Polisi memerintahkan sekelompok pengunjuk rasa di dekat Gerbang Brandenburg untuk membubarkan diri karena melanggar aturan keselamatan, kemudian 200 orang ditangkap setelah melempar batu dan botol. Para pengunjuk rasa berdesakan dalam demonstrasi di beberapa tempat, dan duduk berdekatan pada satu titik.
Di antara mereka yang ditangkap adalah penulis masakan dan ahli teori konspirasi Attila Hildmann, yang berorasi kepada orang banyak melalui pengeras suara. Meskipun Jerman sejauh ini belum melihat gelombang kasus yang memengaruhi beberapa bagian Eropa, tingkat infeksinya terus meningkat. Jumlah kasus baru mencapai angka tertinggi sejak April.
Pihak berwenang mengatakan pengunjuk rasa yang berdemo di luar Kedutaan Besar Rusia di Unter den Linden adalah "ekstremis sayap kanan" dan sejumlah tujuh petugas kepolisian terluka. Beberapa pengunjuk rasa kemudian menerobos penjagaan di gedung Reichstag dan dibubarkan oleh polisi menggunakan semprotan merica.
Beberapa pengunjuk rasa kemudian menerobos penjagaan di gedung Reichstag dan dibubarkan oleh polisi menggunakan semprotan merica. Situs berita Jerman, Deutsche Welle, melaporkan bahwa bendera dan kaus bertuliskan slogan mendukung sayap kanan tampak di kerumunan pengunjuk rasa. (Baca juga: Begini Cara Mecegah Kanker Usus)
Demonstrasi di sebelah barat gerbang Victory Column diorganisir oleh gerakan yang berbasis di Stuttgart, Querdenken 711 (atau Lateral Thinking 711). Kelompok ini memiliki lebih dari 16.000 pengikut di Facebook dan sebagian besar berkomunikasi melalui layanan pesan terenkripsi Telegram. Kelompok ini meyakini bahwa peraturan virus korona melanggar hak-hak dasar dan kebebasan yang diabadikan dalam konstitusi Jerman dan mereka menuntut agar aturan-aturan pembatasan ini dicabut.
Lihat Juga :