5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah, Salah Satunya Obat Pelemas Otot

Minggu, 17 November 2024 - 23:55 WIB
Mossad kemudian menanam bom di bawah telepon rumahnya saat dia sedang bepergian—Hamshari kehilangan satu kaki dalam ledakan itu dan meninggal karena luka-lukanya. Shin Bet, badan keamanan Israel, membunuh pejuang Hamas Yahya Ayyash pada tahun 1996 melalui telepon yang meledak.

Setelah menanam telepon di sebuah rumah yang sering digunakan oleh Ayyash, Shin Bet meledakkan perangkat yang berisi 15 gram bahan peledak saat dia sedang menelepon ayahnya. Namun, telepon yang meledak bukanlah satu-satunya cara Israel untuk menebar kematian dan kehancuran.

Baca Juga: Israel dan Hizbullah Gunakan Propaganda sebagai Taktik Perang, Berikut Buktinya

3. Senapan Mesin yang Dikendalikan Jarak Jauh

Pada tahun 2020, Mossad membunuh Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir top Iran.

Mossad menembaknya di Absard, sebuah kota di sebelah timur Teheran, menggunakan senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh. Fakhrizadeh diserang saat bepergian dengan kendaraan antipeluru, tetapi mobil Israel yang dioperasikan dari jarak jauh dengan senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh menembaknya saat dia mencoba melarikan diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!