Mengapa Penunjukan Tulsi Gabbard sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional Guncang 18 Lembaga Mata-mata AS?

Sabtu, 16 November 2024 - 11:18 WIB
Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir

3. Tidak Memahami Kompleksitas Konflik AS di Luar Negeri

"Menurut saya, ia adalah pilihan yang sangat baik, datang dari luar 'klub' komunitas intelijen, dan dapat menjadi DNI yang efektif dan etis," tambahnya.

Mantan perwira CIA tersebut mencatat bahwa Gabbard dipandang sebagai "kandidat perdamaian" karena penentangannya terhadap perang luar negeri yang tak berkesudahan, pendudukan militer AS di beberapa bagian Suriah, dan penghujatan terhadap China. Namun, ia juga dikenal karena dukungannya terhadap Israel, yang saat ini tengah melancarkan perang terhadap wilayah Palestina di Gaza.

4. Disebut Tak Paham Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional

"Kemungkinan besar Trump menunjuknya untuk mengguncang komunitas intelijen, yang dianggap oleh banyak orang sebagai jantung gelap negara dalam," kata Giraldi.

"Tentu saja, dia akan terbantu dan terhambat karena diberikan banyak 'arahan' oleh seorang presiden yang pada dasarnya tidak paham masalah kebijakan luar negeri dan keamanan nasional."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!