3 Alasan Donald Trump akan Tetap Berpihak pada Israel, Salah Satunya Anggap Palestina Tak Mau Berdamai
Jum'at, 08 November 2024 - 15:30 WIB
Perjanjian yang paling menonjol adalah Perjanjian Abraham pada tahun 2020, yang melibatkan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).
Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Trump yang pertama juga menjadi negara pertama di dunia yang mengakui otoritas Israel atas Dataran Tinggi Golan yang telah lama disengketakan.
Pemerintahan Trump menghentikan semua pendanaan Amerika untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyediakan bantuan bagi jutaan pengungsi Palestina, UNRWA, pada tahun 2018.
Meski begitu, keputusan tersebut dikecam secara luas oleh para pemimpin dunia. Itu digambarkan sebagai taktik politik untuk menekan para pemimpin Palestina agar melepaskan hak para pengungsi Palestina berdasarkan hukum internasional untuk kembali ke properti yang diambil Israel dari leluhur mereka selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
Pada tahun 2016 lalu, Donald Trump sempat mengungkapkan jika mayoritas warga Israel benar-benar ingin berdamai, tetapi ia meragukan warga Palestina merasakan hal yang sama.
"Saya akan memberitahu Anda satu hal, orang-orang yang saya kenal dari Israel, banyak orang, banyak, banyak orang, dan hampir semua orang akan senang melihat kesepakatan di pihak Israel," pungkas Trump.
Ia juga menekankan hingga warga Palestina menghentikan teror dan mengakui Israel sebagai negara Yahudi, kesepakatan damai tidak akan pernah tercapai.
Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Trump yang pertama juga menjadi negara pertama di dunia yang mengakui otoritas Israel atas Dataran Tinggi Golan yang telah lama disengketakan.
Pemerintahan Trump menghentikan semua pendanaan Amerika untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyediakan bantuan bagi jutaan pengungsi Palestina, UNRWA, pada tahun 2018.
Meski begitu, keputusan tersebut dikecam secara luas oleh para pemimpin dunia. Itu digambarkan sebagai taktik politik untuk menekan para pemimpin Palestina agar melepaskan hak para pengungsi Palestina berdasarkan hukum internasional untuk kembali ke properti yang diambil Israel dari leluhur mereka selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
2. Menganggap Palestina Tidak Ingin Berdamai dengan Israel
Pada tahun 2016 lalu, Donald Trump sempat mengungkapkan jika mayoritas warga Israel benar-benar ingin berdamai, tetapi ia meragukan warga Palestina merasakan hal yang sama.
"Saya akan memberitahu Anda satu hal, orang-orang yang saya kenal dari Israel, banyak orang, banyak, banyak orang, dan hampir semua orang akan senang melihat kesepakatan di pihak Israel," pungkas Trump.
Ia juga menekankan hingga warga Palestina menghentikan teror dan mengakui Israel sebagai negara Yahudi, kesepakatan damai tidak akan pernah tercapai.
Lihat Juga :