China Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan, Kerahkan 13 Kapal Perang Termasuk 2 Kapal Induk

Jum'at, 01 November 2024 - 09:14 WIB
Dengan armada lebih dari 370 kapal permukaan dan kapal selam, Beijing menantang dominasi Angkatan Laut bersejarah Washington di Samudra Pasifik Barat.

Amerika Serikat (AS) memiliki armada kapal induk terbesar di dunia dengan 11 yang beroperasi, dan semuanya bertenaga nuklir, tidak seperti rivalnya dari China yang menggunakan tenaga konvensional.

Angkatan Laut AS memiliki total kekuatan tempur 295 kapal permukaan dan kapal selam.

CNS Liaoning, yang telah kembali ke pelabuhan asalnya di Qingdao di provinsi timur Shandong, memulai apa yang disebut Angkatan Laut China sebagai latihan jarak jauh paling cepat pada 17-18 September, ketika kapal tersebut melintas ke arah selatan dari Laut China Timur ke Laut Filipina.

Kelompok penyerang kapal induk yang dipimpin oleh CNS Liaoning beroperasi di perairan sebelah barat pulau Guam, wilayah AS paling barat, dan sebelah timur Filipina dari 20 September hingga 1 Oktober. Armada China paling dekat dengan Guam adalah sejauh 559 mil.

CNS Liaoning kemudian meninggalkan daerah itu dan transit di lepas pantai tenggara Filipina, menuju Laut China Selatan. Kapal itu ditambatkan di sebuah pangkalan di pulau selatan China; Hainan, dengan CNS Shandong, menurut citra satelit yang diambil pada 8 Oktober.

Kapal induk China dan kapal perang pengawalnya meninggalkan Laut China Selatan dan kembali ke Laut Filipina pada 13-14 Oktober. Mereka mengambil bagian dalam latihan militer China berskala besar di sekitar pulau Taiwan yang memerintah sendiri, yang dipandang Beijing sebagai bagian dari wilayah China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!