Duduk Perkara Putra Pendiri Singapura Kabur ke Inggris: Seteru Keluarga Jadi Masalah Negara

Kamis, 24 Oktober 2024 - 08:44 WIB
Perpecahan itu berpusat pada ketidaksepakatan atas nasib rumah ayah mereka setelah kematiannya pada tahun 2015.

Hubungan yang renggang itu terungkap ke publik, di mana Lee Hsien Yang (67) memihak partai oposisi selama pemilihan umum 2020 dan tahun lalu mengatakan bahwa dia mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden Singapura, sebuah jabatan yang sebagian besar bersifat seremonial.

Dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Selasa, Lee Hsien Yang mengatakan bahwa dia mencari suaka pada tahun 2022 "sebagai pilihan terakhir", yang diberikan Inggris kepadanya pada bulan Agustus lalu.

"Serangan pemerintah Singapura terhadap saya sudah menjadi catatan publik. Mereka menuntut anak saya, mengajukan tuntutan disiplin terhadap istri saya, dan meluncurkan penyelidikan polisi palsu yang telah berlangsung selama bertahun-tahun," tulisnya, seraya menambahkan bahwa dia tidak dapat kembali ke rumah untuk menghadiri pemakaman saudara perempuannya sebagai akibatnya.

“Berdasarkan fakta-fakta ini, Inggris telah menetapkan bahwa saya menghadapi risiko penganiayaan yang beralasan dan tidak dapat kembali ke Singapura dengan aman," imbuh dia, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (24/10/2024).

Pemerintah Singapura mengatakan klaim penganiayaan itu tidak berdasar.

Sedangkan pemerintah Inggris tidak berkomentar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!