Iran Murka AS Terapkan Sanksi karena Serang Israel
Senin, 14 Oktober 2024 - 18:15 WIB
“Serangan rudal Iran yang terjadi setelah Israel membunuh pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan seorang jenderal senior Iran di Beirut dilakukan sesuai dengan hukum internasional untuk menjalankan hak yang melekat atas pembelaan yang sah,” tegas dia, menurut kantor berita IRNA Iran.
Israel masih mempertimbangkan tanggapannya terhadap serangan rudal tersebut, dan secara luas diperkirakan akan menargetkan infrastruktur minyak atau nuklir Teheran.
AS telah memperingatkan Israel terhadap kedua tindakan tersebut, dan Baghaei mengecam sanksi terbaru tersebut sebagai upaya Washington menenangkan Israel agar menunda serangan terhadap sektor energi Iran.
“Langkah AS untuk menjatuhkan sanksi tidak memiliki dasar hukum atau logis dan sama saja dengan membayar tebusan kepada rezim Israel yang nakal,” ujar dia.
Setiap serangan terhadap sektor nuklir Iran akan menimbulkan risiko eskalasi yang serius, sementara kerusakan pada industri minyaknya akan menyebabkan harga global meroket, yang pada gilirannya akan menaikkan biaya bensin di pompa bensin Amerika menjelang pemilu presiden bulan depan.
Dalam pernyataan pada Jumat, Departemen Keuangan mengklaim sanksi terbaru akan menghambat upaya Iran "untuk menyalurkan pendapatan dari industri energinya guna membiayai aktivitas yang mematikan dan mengganggu, termasuk pengembangan program nuklirnya, proliferasi rudal balistik dan kendaraan udara tak berawak, dan dukungan kepada proksi teroris regional."
Namun, AS yakin program senjata nuklir Iran telah terbengkalai selama dua dekade terakhir, Reuters melaporkan pada Jumat, mengutip dua pejabat Amerika.
Israel masih mempertimbangkan tanggapannya terhadap serangan rudal tersebut, dan secara luas diperkirakan akan menargetkan infrastruktur minyak atau nuklir Teheran.
AS telah memperingatkan Israel terhadap kedua tindakan tersebut, dan Baghaei mengecam sanksi terbaru tersebut sebagai upaya Washington menenangkan Israel agar menunda serangan terhadap sektor energi Iran.
“Langkah AS untuk menjatuhkan sanksi tidak memiliki dasar hukum atau logis dan sama saja dengan membayar tebusan kepada rezim Israel yang nakal,” ujar dia.
Setiap serangan terhadap sektor nuklir Iran akan menimbulkan risiko eskalasi yang serius, sementara kerusakan pada industri minyaknya akan menyebabkan harga global meroket, yang pada gilirannya akan menaikkan biaya bensin di pompa bensin Amerika menjelang pemilu presiden bulan depan.
Dalam pernyataan pada Jumat, Departemen Keuangan mengklaim sanksi terbaru akan menghambat upaya Iran "untuk menyalurkan pendapatan dari industri energinya guna membiayai aktivitas yang mematikan dan mengganggu, termasuk pengembangan program nuklirnya, proliferasi rudal balistik dan kendaraan udara tak berawak, dan dukungan kepada proksi teroris regional."
Namun, AS yakin program senjata nuklir Iran telah terbengkalai selama dua dekade terakhir, Reuters melaporkan pada Jumat, mengutip dua pejabat Amerika.
Lihat Juga :