Hizbullah Gagalkan Infiltrasi Pasukan Israel ke Lebanon Selatan

Rabu, 09 Oktober 2024 - 16:58 WIB
Namun, seorang pejabat dari pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dilaporkan mengatakan tentara Israel telah mundur dari kota tersebut setelah mengibarkan bendera.

Melansir Anadolu, bentrokan baru-baru ini terjadi setelah serangan udara Israel yang semakin intensif di Lebanon, yang menargetkan apa yang diklaim Israel sebagai posisi Hizbullah sejak 23 September. Serangan udara tersebut telah menewaskan lebih dari 1.250 orang, melukai 3.618 orang, dan membuat lebih dari 1,2 juta orang mengungsi, sumber-sumber Lebanon melaporkan.

Serangan udara Israel menandai eskalasi serius dalam permusuhan lintas perbatasan selama setahun dengan Hizbullah, yang telah meningkat sejak Tel Aviv melancarkan serangan brutal di Gaza. Serangan itu telah menewaskan sekitar 42.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, setelah serangan Hamas tahun lalu.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.119 orang dan melukai 10.019 orang hingga saat ini.

Meskipun ada peringatan dari pengamat internasional tentang meningkatnya risiko perang regional, Israel memperluas konflik pada 1 Oktober, dengan memulai invasi darat ke Lebanon selatan sambil mempertahankan serangan dahsyatnya terhadap Hizbullah dan Gaza.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!