Setelah 142 Tahun, Militer AS Minta Maaf atas Genosida Suku Asli Alaska
Minggu, 22 September 2024 - 13:06 WIB
Militer AS minta maaf atas genosida suku asli Alaska. Foto/Native Peoples Recruit
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) telah melakukan proses penerbitan permintaan maaf resmi kepada suku asli Alaska lebih dari satu abad setelah serangan terhadap dua desa yang menyebabkan genosida dan pemindahan paksa.
Seorang perwakilan dari Angkatan Laut AS pada Sabtu sore menyatakan penyesalan atas pembakaran pemukiman Kake, sementara permintaan maaf terpisah direncanakan bulan depan pada peringatan 142 tahun penghancuran desa Angoon.
Aktivis adat terus mendesak agar reparasi dan bentuk kompensasi material lainnya diberikan untuk menebus kesalahan atas genosida dan pemindahan paksa oleh militer AS selama berabad-abad.
Baca Juga: AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Alaska
"Ini sudah lama dinantikan," kata Joel Jackson, presiden Desa Terorganisir Kake.
"Mudah-mudahan, melalui permintaan maaf ini, kita bisa mulai pulih dari kesalahan yang dilakukan terhadap kami. Ini sudah berlangsung selama 155 tahun," kata Jackson.
"Rasa sakit dan penderitaan yang ditimpakan kepada orang-orang Tlingit layak mendapatkan permintaan maaf yang sudah lama tertunda ini," kata juru bicara Angkatan Laut AS Julianne Leinenveber, merujuk pada suku asli di LingĂt.
Seorang perwakilan dari Angkatan Laut AS pada Sabtu sore menyatakan penyesalan atas pembakaran pemukiman Kake, sementara permintaan maaf terpisah direncanakan bulan depan pada peringatan 142 tahun penghancuran desa Angoon.
Aktivis adat terus mendesak agar reparasi dan bentuk kompensasi material lainnya diberikan untuk menebus kesalahan atas genosida dan pemindahan paksa oleh militer AS selama berabad-abad.
Baca Juga: AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Alaska
"Ini sudah lama dinantikan," kata Joel Jackson, presiden Desa Terorganisir Kake.
"Mudah-mudahan, melalui permintaan maaf ini, kita bisa mulai pulih dari kesalahan yang dilakukan terhadap kami. Ini sudah berlangsung selama 155 tahun," kata Jackson.
"Rasa sakit dan penderitaan yang ditimpakan kepada orang-orang Tlingit layak mendapatkan permintaan maaf yang sudah lama tertunda ini," kata juru bicara Angkatan Laut AS Julianne Leinenveber, merujuk pada suku asli di LingĂt.
Lihat Juga :