Sambangi Timor Leste, Paus Fransikus Singgung Kasus Kekerasan Seks Anak oleh Pastor

Selasa, 10 September 2024 - 10:52 WIB
Kelompok-kelompok advokasi telah meminta Paus Fransiskus untuk berbicara tentang isu tersebut di Timor Leste dan dia sebelumnya telah bertemu dengan para korban dalam perjalanan ke Irlandia dan Portugal, tetapi jadwal resminya kali ini tidak mencakup acara semacam itu.

Kasus-kasus terbaru di Timor Timur termasuk Uskup pemenang Nobel Carlos Ximenes Belo, yang diam-diam dihukum oleh Vatikan atas tuduhan bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak kecil selama beberapa dekade.

Vatikan mengumumkan pada tahun 2022 tentang pembatasan yang dikenakan pada Uskup Belo setelah terungkap bahwa pergerakan dan interaksinya dibatasi menyusul klaim bahwa dia melecehkan anak laki-laki di Timor Leste hingga dia pensiun dan pindah ke luar negeri dua dekade sebelumnya.

Dalam kasus lain di negara bekas provinsi Indonesia tersebut, pastor Amerika yang dicopot dari jabatannya Richard Daschbach dinyatakan bersalah pada tahun 2021 karena melecehkan anak perempuan yatim piatu dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Sebelum pidatonya kemarin, Paus Fransiskus disambut oleh bintang rock di Dili, di mana puluhan ribu umat Katolik berbaris di jalan, berteriak dan melambaikan bendera saat dia melaju dengan mobil terbuka yang diapit oleh petugas keamanan.

Umat Katolik yang jumlahnya sekitar 98 persen dari 1,3 juta penduduk negara itu telah berteriak untuk melihat Paus Fransiskus—melakukan ziarah dari kota-kota yang jauh, melintasi perbatasannya dengan Indonesia dan dari tempat yang lebih jauh.

“Ketika saya melihat wajahnya, saya merinding. Saya sangat yakin bahwa kehadirannya membawa kedamaian dan harapan,” kata Magdalena Tagnipis, seorang warga Filipina berusia 49 tahun yang melakukan perjalanan dari Australia, kepada AFP.

Perdamaian dan Kebebasan

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!