Eks Dubes Era Trump Ungkap AS Punya Kewajiban Alkitabiah untuk Dukung Satu Negara Yahudi

Rabu, 04 September 2024 - 06:15 WIB
Menurut kutipan yang diperoleh The Forward, Friedman mengatakan rencana aneksasinya akan memerlukan pengalihan dana AS sebesar USD1 miliar yang dialokasikan untuk Palestina, termasuk untuk dinas keamanan Otoritas Palestina, ke Israel, untuk “menegaskan dan mempertahankan kedaulatannya atas Yudea dan Samaria”, menggunakan istilah Ibrani untuk Tepi Barat yang diduduki.

Friedman kemudian menghabiskan satu bab untuk merinci visinya tentang status hukum sekitar dua juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki.

Dia berpendapat "satu negara Yahudi" akan memberi mereka hak hukum yang setara dengan warga Puerto Riko, wilayah AS di Karibia.

"Warga Palestina, seperti warga Puerto Riko, tidak akan memberikan suara dalam pemilihan nasional... Warga Palestina akan bebas memberlakukan dokumen pemerintahan mereka sendiri selama dokumen tersebut tidak bertentangan dengan dokumen Israel," tulis Friedman.

Perbandingan Friedman kemungkinan akan menimbulkan kecurigaan karena warga Puerto Riko adalah warga negara AS dengan paspor Amerika dan memiliki akses ke layanan pemerintah AS seperti Medicare, Medicaid, dan Jaminan Sosial.

Namun, mereka tidak diizinkan untuk memberikan suara dalam pemilihan AS jika mereka tinggal di pulau tersebut.

Mereka dapat memberikan suara dalam semua pemilihan AS jika mereka tinggal di salah satu dari 50 negara bagian.

Buku Friedman ini sangat tepat waktunya bertepatan dengan pemilu presiden AS 2024. Dalam bukunya, mantan duta besar Trump menulis, "Ini adalah peluang besar untuk perluasan Perjanjian Abraham seputar konsep 'Satu Negara Yahudi'."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!