Seorang Bocah Tak Sengaja Hancurkan Guci 3.500 Tahun di Museum Israel
Kamis, 29 Agustus 2024 - 14:25 WIB
Guci tersebut berasal dari Zaman Perunggu, antara tahun 2200 hingga 1500 Sebelum Masehi (SM)—sebelum masa King David dan Solomon (yang juga dikenal sebagai Nabi Daud dan Nabi Sulaiman)—dan masih utuh, sehingga menjadikannya temuan langka dan artefak berharga.
Para pakar berspekulasi bahwa guci tersebut kemungkinan berisi persediaan lokal, seperti anggur dan minyak zaitun.
Museum yang terletak di Haifa tersebut memajang guci langka itu di dekat pintu masuk dan tanpa perlindungan untuk menunjukkan karya tersebut "tanpa penghalang".
Anak laki-laki berusia empat tahun itu menarik guci tersebut untuk mencari tahu apa yang ada di dalamnya, dan hal itu menyebabkannya jatuh dan hancur berkeping-keping.
Museum segera menunjuk seorang spesialis konservasi untuk memulihkan guci tersebut, yang akan dikembalikan ke tempatnya di dekat pintu masuk depan setelah selesai.
Museum tersebut bersikeras bahwa guci kuno itu juga akan dikembalikan tanpa penghalang kaca atau apa pun.
Para pakar berspekulasi bahwa guci tersebut kemungkinan berisi persediaan lokal, seperti anggur dan minyak zaitun.
Museum yang terletak di Haifa tersebut memajang guci langka itu di dekat pintu masuk dan tanpa perlindungan untuk menunjukkan karya tersebut "tanpa penghalang".
Anak laki-laki berusia empat tahun itu menarik guci tersebut untuk mencari tahu apa yang ada di dalamnya, dan hal itu menyebabkannya jatuh dan hancur berkeping-keping.
Museum segera menunjuk seorang spesialis konservasi untuk memulihkan guci tersebut, yang akan dikembalikan ke tempatnya di dekat pintu masuk depan setelah selesai.
Museum tersebut bersikeras bahwa guci kuno itu juga akan dikembalikan tanpa penghalang kaca atau apa pun.
Lihat Juga :