AS Peringatkan Iran Masih Bersiap Menyerang Israel
Rabu, 28 Agustus 2024 - 07:11 WIB
“Apa yang kita ketahui sebelum pembunuhan Haniyeh dan Shukr menjadi lebih jelas. Hizbullah dan Iran tidak sanggup berperang habis-habisan dengan AS dan Israel karena mereka lebih lemah,” ujar Thomas Juneau, pakar Iran di Sekolah Pascasarjana Urusan Publik dan Internasional Universitas Ottawa, kepada MEE.
“Untuk saat ini kami menganggap respons sudah berakhir, dan negara dapat beristirahat,” ungkap Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada Minggu setelah serangan Hizbullah.
Dia menambahkan kelompok tersebut “sekarang akan memiliki hak untuk merespons di lain waktu jika hasil serangan hari Minggu tidak memadai.”
Kawasan tersebut masih menunggu respons Iran atas pembunuhan Haniyeh di Teheran, tetapi Republik Islam tersebut juga tampaknya meredam ekspektasi, karena mengklaim serangan Hizbullah pada Minggu sebagai kemenangan bagi apa yang disebut "poros perlawanan".
"Meskipun mendapat dukungan penuh dari para pendukungnya, termasuk Amerika Serikat, Israel telah kehilangan daya tangkal dan kemampuannya untuk memprediksi waktu dan tempat, bahkan serangan yang terbatas dan terukur," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani di X.
Ada sedikit bukti kerusakan serius dari serangan Hizbullah. Seorang tentara Israel dilaporkan tewas oleh pecahan reseptor rudal Israel sendiri dan dua lainnya terluka.
Menurut laporan media Lebanon, Brown juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Lebanon.
Pejabat AS telah berusaha menahan pertempuran antara Hizbullah dan Israel. AS menganggap Hizbullah sebagai organisasi teroris dan sebaliknya menyampaikan pesan kepada politisi Lebanon yang berbicara dengan Hizbullah.
Respons Sudah Berakhir
“Untuk saat ini kami menganggap respons sudah berakhir, dan negara dapat beristirahat,” ungkap Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada Minggu setelah serangan Hizbullah.
Dia menambahkan kelompok tersebut “sekarang akan memiliki hak untuk merespons di lain waktu jika hasil serangan hari Minggu tidak memadai.”
Kawasan tersebut masih menunggu respons Iran atas pembunuhan Haniyeh di Teheran, tetapi Republik Islam tersebut juga tampaknya meredam ekspektasi, karena mengklaim serangan Hizbullah pada Minggu sebagai kemenangan bagi apa yang disebut "poros perlawanan".
"Meskipun mendapat dukungan penuh dari para pendukungnya, termasuk Amerika Serikat, Israel telah kehilangan daya tangkal dan kemampuannya untuk memprediksi waktu dan tempat, bahkan serangan yang terbatas dan terukur," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani di X.
Ada sedikit bukti kerusakan serius dari serangan Hizbullah. Seorang tentara Israel dilaporkan tewas oleh pecahan reseptor rudal Israel sendiri dan dua lainnya terluka.
Menurut laporan media Lebanon, Brown juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Lebanon.
Pejabat AS telah berusaha menahan pertempuran antara Hizbullah dan Israel. AS menganggap Hizbullah sebagai organisasi teroris dan sebaliknya menyampaikan pesan kepada politisi Lebanon yang berbicara dengan Hizbullah.
Lihat Juga :