Komandan Pasukan Khusus Akhmat Ramalkan Perang Ukraina Berakhir 3 Bulan Lagi
Kamis, 22 Agustus 2024 - 12:27 WIB
Invasi balik Ukraina tersebut merupakan yang terbesar yang dialami Rusia sejak Perang Dunia II, di mana Kyiv mengeklaim telah menguasai lebih banyak tanah asing di Kursk daripada yang telah dikuasai Rusia sejak invasi Februari 2022.
Alaudinov menunjukkan nada percaya diri dalam wawancara tersebut.
"Pasukan Rusia pada akhirnya akan mengepung dan menekan para teroris ini, tidak hanya di garis depan Kursk tetapi di seluruh wilayah operasi militer khusus," katanya, menggunakan bahasa yang digunakan Rusia untuk menggambarkan invasinya ke Ukraina, yang dilansir Newsweek, Kamis (22/8/2024).
Komandan tersebut menambahkan bahwa semua pasukannya telah membuktikan "kekuatan tempur mereka", dengan mengatakan: "Kami hanya akan bergerak maju dan tidak pernah mundur."
Dia menambahkan bahwa pasukannya dalam posisi penyerangan yang baik dan bahwa banyak regu pembunuh dan banyak peralatan Ukraina telah dihancurkan.
Alaudinov menambahkan bahwa garis pertahanan Rusia sudah sangat tipis dan pasukan Ukraina telah memanfaatkan titik-titik lemah, berada di belakang garis pertahanan dan merebut desa-desa.
Alaudinov menunjukkan nada percaya diri dalam wawancara tersebut.
"Pasukan Rusia pada akhirnya akan mengepung dan menekan para teroris ini, tidak hanya di garis depan Kursk tetapi di seluruh wilayah operasi militer khusus," katanya, menggunakan bahasa yang digunakan Rusia untuk menggambarkan invasinya ke Ukraina, yang dilansir Newsweek, Kamis (22/8/2024).
Komandan tersebut menambahkan bahwa semua pasukannya telah membuktikan "kekuatan tempur mereka", dengan mengatakan: "Kami hanya akan bergerak maju dan tidak pernah mundur."
Dia menambahkan bahwa pasukannya dalam posisi penyerangan yang baik dan bahwa banyak regu pembunuh dan banyak peralatan Ukraina telah dihancurkan.
Alaudinov menambahkan bahwa garis pertahanan Rusia sudah sangat tipis dan pasukan Ukraina telah memanfaatkan titik-titik lemah, berada di belakang garis pertahanan dan merebut desa-desa.
Lihat Juga :