Iran Tak Kunjung Serang Israel, 2 Kapal Induk Nuklir AS Terlanjur Siaga di Timur Tengah

Kamis, 22 Agustus 2024 - 07:17 WIB
Langkah tersebut dilakukan di tengah peningkatan pengerahan aset dan pasukan militer AS ke wilayah tersebut menyusul ancaman dari Iran dan proksinya untuk membalas Israel atas pembunuhan tokoh-tokoh Hamas dan Hizbullah dalam serangan di Teheran dan Beirut.

Pentagon mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai kemungkinan selama periode yang menegangkan di kawasan tersebut.

"Saya memahami fokus pada momen ini, tetapi kami di [Pentagon] adalah organisasi perencana," kata juru bicara Pentagon Mayaor Jenderal Pat Ryder.

"Dan selain bersiap untuk saat ini, kami akan siap untuk berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Untuk melakukan itu, Anda harus memiliki kemampuan dan kapasitas. Jadi, itulah yang telah kami lakukan dan itulah yang akan kami persiapkan untuk masa depan," paparnya.

Baca Juga: Iran Isyaratkan Gelar Serangan Darat ke Israel

Austin juga telah memerintahkan kapal selam bertenaga nuklir USS Georgia yang bersenjata rudal jelajah Tomahawk, yang telah berada di Laut Mediterania untuk dikerahkan ke CENTCOM AOR.

Kapal itu masih dalam perjalanan, menurut Pentagon.

Di antara langkah-langkah lain untuk memperkuat postur kekuatan di Timur Tengah, militer AS telah memindahkan kapal perusak dari Teluk Oman ke Laut Merah.

Jet tempur tambahan beserta kapal penjelajah berkemampuan pertahanan rudal balistik dan lebih banyak kapal perusak ke Eropa dan Timur Tengah juga telah dikerahkan sebagai respons terhadap ancaman Iran dan proksinya baru-baru ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!