Israel Berharap AS dan Sekutu Lainnya Bisa Mengebom Iran

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 19:05 WIB
Risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah diperburuk oleh pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, yang menjabat sebagai negosiator utama kelompok bersenjata Palestina dalam pembicaraan tidak langsung dengan Israel. Ia terbunuh di Teheran pada tanggal 31 Juni, beberapa jam setelah menghadiri pelantikan Masoud Pezeshkian sebagai presiden Iran. Iran berjanji untuk memberikan "hukuman keras" kepada Israel, yang tidak mengakui atau membantah keterlibatan apa pun dalam pembunuhan tersebut.

AS telah mengerahkan kapal perang tambahan dan kapal selam ke Timur Tengah untuk melindungi negara Yahudi tersebut dari potensi serangan, tetapi masih belum jelas apakah Washington mendukung rencana apa pun untuk mengebom Iran.

Pada bulan April, ketika Iran menembakkan ratusan rudal dan pesawat nirawak ke Israel sebagai balasan atas pengeboman kedutaannya di Damaskus, jet tempur dan kapal perang AS membantu mencegat banyak proyektil yang masuk. Akan tetapi, ini adalah operasi pertahanan semata, tanpa serangan balik langsung terhadap target di dalam Iran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!