Pengkritik Putin Diracun, Merkel Tuntut Rusia Lakukan Penyelidikan

Selasa, 25 Agustus 2020 - 16:01 WIB
"Temuan klinis menunjukkan keracunan dengan zat dari kelompok penghambat kolinesterase," kata rumah sakit dalam sebuah pernyataan.

"Zat spesifik yang terlibat masih belum diketahui, dan serangkaian pengujian komprehensif lebih lanjut telah dimulai," sambung pernyataan itu.

Dalam pernyataan mereka, dokter Jerman mengatakan Navalny sedang dirawat di perawatan intensif dan tetap dalam keadaan koma yang diinduksi secara medis. Meski kondisinya serius, saat ini tidak mengancam nyawa, kata mereka.

Hasilnya tetap tidak pasti dan efek jangka panjang, terutama pada sistem saraf, tidak dapat dikesampingkan, pernyataan itu menambahkan. (Baca: Dokter Jerman: Tes Ungkap Pengkritik Kremlin Navalny Diracun )

Pejabat kesehatan Rusia membantah diagnosis Jerman, mengatakan Navalny telah dites negatif untuk penghambat kolinesterase ketika dia dirawat di rumah sakit di Omsk minggu lalu.

"Navalny tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan ketika dia dirawat di klinik dan tes dilakukan padanya untuk memeriksa berbagai macam zat, termasuk penghambat kolinerterase," kata kementerian kesehatan Rusia di Omsk dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Jerman sebelumnya mengatakan bahwa Navalny sedang dijaga di rumah sakit karena mengkhawatirkan keselamatannya.

"Karena seseorang dapat mengatakan dengan hampir pasti bahwa itu adalah serangan keracunan, perlindungan diperlukan," kata juru bicara Merkel kepada wartawan. (Baca: Dugaan Diracun Menguat, Navalny Dijaga Ketat di RS Jerman )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!