Gawat, Rusia Dituduh Bakar Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Senin, 12 Agustus 2024 - 07:56 WIB
"Selama teroris Rusia mempertahankan kendali atas pabrik nuklir tersebut, situasinya tidak dan tidak akan bisa normal."
"Sejak hari pertama penyitaannya, Rusia telah menggunakan PLTN Zaporizhzhia hanya untuk memeras Ukraina, seluruh Eropa, dan dunia," imbuh dia.
Ada kekhawatiran yang meluas tentang keselamatan PLTN tersebut, yang terletak di tepi selatan Sungai Dnipro sekitar 50 kilometer barat daya Zaporizhzhia.
"Perang selama dua tahun sangat membebani keselamatan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia," kata Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada bulan April, setelah Rusia menyerang fasilitas tersebut untuk pertama kalinya selama perang.
"Serangan gegabah ini harus segera dihentikan."
Pada hari Minggu, IAEA mengarahkan Politico ke sebuah posting X yang mencatat asap hitam pekat keluar dari pabrik Zaporizhzhia pada hari Minggu.
Dikatakan bahwa telah diberitahu ada serangan pesawat nirawak di salah satu menara pendingin di lokasi tersebut, dan IAEA menambahkan: "Tidak ada dampak yang dilaporkan terhadap keselamatan nuklir."
"Sejak hari pertama penyitaannya, Rusia telah menggunakan PLTN Zaporizhzhia hanya untuk memeras Ukraina, seluruh Eropa, dan dunia," imbuh dia.
Ada kekhawatiran yang meluas tentang keselamatan PLTN tersebut, yang terletak di tepi selatan Sungai Dnipro sekitar 50 kilometer barat daya Zaporizhzhia.
"Perang selama dua tahun sangat membebani keselamatan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia," kata Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada bulan April, setelah Rusia menyerang fasilitas tersebut untuk pertama kalinya selama perang.
"Serangan gegabah ini harus segera dihentikan."
Pada hari Minggu, IAEA mengarahkan Politico ke sebuah posting X yang mencatat asap hitam pekat keluar dari pabrik Zaporizhzhia pada hari Minggu.
Dikatakan bahwa telah diberitahu ada serangan pesawat nirawak di salah satu menara pendingin di lokasi tersebut, dan IAEA menambahkan: "Tidak ada dampak yang dilaporkan terhadap keselamatan nuklir."
Lihat Juga :