Wabah COVID-19, PBB Mulai Kirim Bantuan Medis ke Negara Berkembang
Sabtu, 02 Mei 2020 - 00:07 WIB
"(Tantangan) hari ini untuk menemukan pesawat kargo adalah mimpi buruk. Harga telah naik empat atau lima kali," kata Amer Daoudi, direktur respon bersama COVID-19 WFP.
"Kamu mungkin juga tidak mendapatkannya hari ini atau lusa atau selama seminggu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).
Jadi WFP, yang berfungsi sebagai kepanjangan tangan sistem logistik PBB, telah membuat kontrak untuk waktu yang lama guna memastikan penerbangannya beroperasi dan melakukannya dengan biaya yang masuk akal.
"Kami membutuhkan kapasitas untuk melayani banyak negara yang rapuh di seluruh dunia. Jembatan udara ini akan menjangkau hampir 120 negara," ujar Daoudi.
Daoudi membayangkan penerbangan akan berjalan sekitar tiga hingga empat bulan, tetapi bisa diperpanjang. Angkutan udara akan dihentikan jika alternatif komersial yang layak dikembalikan.
"Kamu mungkin juga tidak mendapatkannya hari ini atau lusa atau selama seminggu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).
Jadi WFP, yang berfungsi sebagai kepanjangan tangan sistem logistik PBB, telah membuat kontrak untuk waktu yang lama guna memastikan penerbangannya beroperasi dan melakukannya dengan biaya yang masuk akal.
"Kami membutuhkan kapasitas untuk melayani banyak negara yang rapuh di seluruh dunia. Jembatan udara ini akan menjangkau hampir 120 negara," ujar Daoudi.
Daoudi membayangkan penerbangan akan berjalan sekitar tiga hingga empat bulan, tetapi bisa diperpanjang. Angkutan udara akan dihentikan jika alternatif komersial yang layak dikembalikan.
Lihat Juga :