Bagaimana Cara Keji Israel Membunuh Para Pemimpin Hamas di Luar Negeri?

Rabu, 31 Juli 2024 - 20:20 WIB
"Anda tidak dapat pergi ke mana pun di UEA atau Qatar tanpa diawasi," kata Riedel.

Baca Juga: Jihad Islam Janji Hancurkan Israel karena Membunuh Ismail Haniyeh

5. Menarget Pemimpin Hamas Selain di Qatar dan Turki

Selain aparat keamanannya, Qatar telah memainkan peran penting sebagai perantara dalam negosiasi terkini antara Israel dan Hamas mengenai pembebasan sandera dan jeda sementara dalam pertempuran di Gaza, dengan Barnea dan Direktur CIA William Burns bertemu dengan para pemimpin Qatar.

Israel akan enggan merusak saluran komunikasi itu dan membahayakan pembebasan sandera di masa mendatang, kata diplomat asing dan mantan pejabat AS.

Turki, anggota NATO dan kemungkinan saluran diplomatik lain bagi para pemimpin Hamas atau Palestina di Tepi Barat, juga bisa jadi tidak dapat dituju untuk pembunuhan yang ditargetkan.

"Qatar dan Turki jelas memiliki kekebalan tidak resmi dalam hal mengejar para pemimpin Hamas di wilayah mereka," kata seseorang yang mengetahui pemikiran pemerintah Israel.

"Jika para pemimpin Hamas bepergian ke luar Qatar atau Turki, mereka akan jauh lebih rentan," orang tersebut menambahkan.

Secara terbuka, para pejabat Israel di seluruh pemerintahan tidak mengesampingkan apa pun terkait dengan penargetan para pemimpin Hamas. Namun, secara pribadi, pejabat pemerintah dan IDF bersikap lebih pragmatis dan mengakui bahwa Israel sangat tidak mungkin membunuh siapa pun di tanah Qatar.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak berkomentar.

6. Meracuni Pemimpin Hamas

Di Yordania pada tahun 1997, sebuah tim Israel meracuni Khaled Mashal, yang saat itu menjabat sebagai kepala biro politik Hamas di Amman. Namun, dua agen Mossad tertangkap setelahnya dan yang lainnya harus mencari perlindungan di Kedutaan Besar Israel.

Untuk menyelesaikan krisis tersebut, Israel setuju untuk memberikan penawar racun Mashal dan membebaskan beberapa Hamas yang dipenjara di Israel, termasuk pendiri kelompok tersebut, Sheikh Ahmed Yassin. Jordan sangat marah.

Pada tahun 2010, seorang komandan Hamas ditemukan tewas di kamar hotelnya di Dubai. Tim Mossad yang membunuhnya berhasil lolos, tetapi lebih dari dua lusin anggotanya teridentifikasi melalui kamera keamanan di hotel tersebut. Identitas palsu mereka terbongkar dan foto-foto mereka dipublikasikan dan disiarkan secara global.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!